Christopher Rungkat, Bermain Tenis sejak Dalam Kandungan

Reynaldi Hermawan ยท Kamis, 06 September 2018 - 18:53 WIB
Christopher Rungkat, Bermain Tenis sejak Dalam Kandungan

Christopher Rungkat (Foto: INASGOC/Wahyu Putro)

JAKARTA, iNews.id – Petenis Christopher Rungkat menjadi buah bibir masyarakat Indonesia setelah behasil meraih medali emas Asian Games 2018. Di balik kesuksesannya, ternyata ada peran sang ibu Elfia Mirlianti.

Christopher berhasil meraih emas di nomor ganda campuran tenis bersama Aldilla Sutjiadi. Mereka sukses mengalahkan wakil Thailand Sonchat Ratiwana/Luksika Khumkum dengan skor 6-4, 5-7, 10-7 di lapangan tenis JSC, Palembang, Sabtu (25/8/2018).

Usai juara, Christopher mengaku sangat terkejut. Sebab awalnya, dia hanya ditargetkan Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (Pelti) mendapatkan perunggu. Kesuksesan tersebut membuat DIA diundang dalam acara konferensi pers yang diadakan Pocari Sweat selaku sponsor Asian Games di Hotel Century, Senayan, Kamis (6/9/2018) sore.

Pada kesempatan itu, Christopher mengungkapkan ibunya yang awalnya memotivasi dirinya untuk berkecimpung di dunia tenis hingga kini bisa mengumandangkan Indonesia Raya di Asian Games.

“Saya menyukai tenis dari umur lima tahun. Saya sangat menggilai tenis. Ibu yang mengarahkan saya dan sering diomelin juga sama beliau. Bahkan saat masih dalam kandungan, ibu sudah mengajarkan saya bermain tenis,” kata Christopher.

Elfia sudah memperkenalkan Christopher dengan tenis ketika masih dalam kandungan tepatnya tujuh bulan. Wanita keturunan Kamboja yang juga petenis itu ngotot main di Pekan Olahraga Nasional (PON) di Jakarta 1989.

Meski panitia melarangnya, Elfia tetap ngotot untuk bermain. Hasilnya dia tetap diizinkan main dalam semifinal nomor tenis beregu putri. Hasilnya, dia mampu menang dan lolos ke final. Sayang, di partai pamungkas dia tak diperbolehkan ikut bertanding.

Elfia Mirlianti

Saat diwawancari iNews.id, Elfia mengaku mendidik Christopher untuk belajar tenis dengan keras. Beruntungnya, sang anak menurut dan suka dengan tenis. Christopher akhirnya mulai dibimbing mengikuti kejuaraan di tingkat mancanegara. 

“Saya selalu bimbing dia hingga umur 18 tahun. Setelah itu saya lepas, karena dia banyak mendapat beasiswa tenis. Meski diterima di berbagai Universitas ternama, dia tak tergiur dan tetap memilih tenis sebagai jalan hidupnya,” ujar Efilia.

Pemilik nama lengkap Christopher Benjamin Rungkat itu menghabiskan karier juniornya di Benua Biru. Berkat kegigihannya, dia berhasil memperoleh emas pertama dalam perhelatan Perancis Terbuka junior 2008. Christopher menjadi orang asia kedua yang bermain di Eropa setelah Kei Nishikori. 

Tak berhenti di situ, kariernya kian menanjak dan sempat memperoleh perunggu di nomor ganda putra SEA Games 2009. Kemudian Christopher berhasil merebut emas di nomor tunggal, ganda putra, dan beregu sekaligus pada SEA Games 2011 di Palembang.  

Petenis dengan tinggi 170 cm itu kembali mendapatkan emas dalam turnamen Islamic Solidarity Games 2013 pada nomor tunggal, ganda putra, hingga beregu. Sedangkan pada SEA Games 2017, dia menyabet medali emasi di nomor tunggal putra. 


Editor : Abdul Haris