Jaga Keadilan, MotoGP Bekukan Pengembangan Mesin Seluruh Pabrikan

Fitradian Dhimas Kurniawan ยท Rabu, 25 Maret 2020 - 07:14 WIB
Jaga Keadilan, MotoGP Bekukan Pengembangan Mesin Seluruh Pabrikan

MotoGP musim 2020 masih belum bisa bergulir karena virus coeona. (Foto: MOTOGP)

MADRID, iNews.id – MotoGP memutuskan untuk membekukan pengembangan mesin seluruh pabrikan di kelas utama balap motor dunia itu. Dengan begitu, tidak ada yang diuntungkan oleh penundaan ajang balapan.

Setiap tahun, setiap pabrikan MotoGP wajib menyerahkan spesifikasi mesinnya ke pihak promotor. Setelah itu, spesifikasi mesin akan dibekukan dan wajib berjalan hingga akhir musim.

Hanya dua tim yang yang mendapat keringanan, yakni Aprilia dan KTM, karena belum pernah menang. Proses homologasi pun biasanya dimulai pada balapan pertama tiap musim.

Namun, musim ini setidaknya empat balapan pertama telah resmi ditunda atau dibatalkan. Keadaan itu diduga bakal dimanfaatkan sejumlah tim untuk tetap mengembangkan mesin.

Meski begitu, pihak MotoGP menghalangi langkah itu dan tetap membekukan mesin tiap pabrikan. Dengan begitu, tidak ada yang diuntungkan oleh para pabrikan MotoGP.

“Ada beberapa pertanyaan, akibat virus corona sehingga kompetisi tertunda. Salah satunya mengenai homologasi teknis. Di MotoGP, spesifikasi mesin wajib sama selama satu musim, kecuali untuk tim yang mendapat keringanan” bunyi pernyataan di laman resmi MotoGP.

“Biasanya, spesifikasi mesin dihomologasi pada Kamis sebelum balapan pertama. Namun, hal itu tak memungkinkan akibat pembatalan GP Qatar. Tetapi, balapan itu akan tetap menjadi titik awal kejuaraan, dan homologasi telah dibekukan,” lanjutnya.

Setiap pabrikan kini diwajibkan untuk mengirim seluruh data mesin yang akan digunakan pada pihak MotoGP. Hal itu mengingat pihal MotoGP saat ini tidak bisa menyuruh tim untuk mengirimkan contoh, akibat virus corona.


Editor : Abdul Haris