Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2019

Kevin/Marcus ke Putaran Kedua, Greysia/Apriyani Terhenti

Haryo Jati Waseso ยท Rabu, 24 April 2019 - 19:22 WIB
Kevin/Marcus ke Putaran Kedua, Greysia/Apriyani Terhenti

Ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo (kanan) dan Marcus Fernaldi Gideon (kiri). (Foto: PBSI)

WUHAN, iNews.id – Nasib berbeda dirasakan ganda terbaik putra dan putri Indonesia pada babak pertama di Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2019 di Wuhan Sports Centre, Rabu (24/4/2019). Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon berhasil meraih kemenangan, sedangkan Greysia Polii/Apriyani takluk dari lawannya.

Kevin/Marcus berhasil mengalahkan pasangan Singapura Danny Bawa Chrisnata/Hee Yong Kai Terry 21-12 dan 21-17. Sementara itu, Greysia/Apriyani dikalahkan pasangan China Li Wenmei/Zheng Yu 12-21 dan 17-21.

Menghadapi Danny/He, Marcus/Kevin sempat kesulitan di awal laga. Namun, setelah kedudukan imbang 6-6, Minions mampu meninggalkan Danny/He. Di interval pertama Marcus/Kevin mampu memimpin 11-6.

Sejak itu, mereka langsung menjauh dan memenangkan laga. Di game kedua, dominasi Marcus/Kevin terus berlangsung. Meski Danny/He terus mencoba mendekati, pasangan terbaik Indonesia itu selalu berhasil menjaga jarak dan kembali merebut kemenangan di game ini.

Sementara itu, Greysia/Apriyani harus mengakui keunggulan lawan sejak game pertama. Mereka selalu tertinggal dan kesulitan mengembangkan permainan. Di game kedua perlawanan tetap diberikan Greysia/Apriyani.

Namun, hal itu tak cukup bagi mereka memastikan tempat di putaran kedua turnamen. Greysia pun mengakui sang lawan memang pantas menang di pertandingan tersebut.

“Memang lawan lebih siap, dari segi semuanya. Dibandingkan dengan pertemuan sebelumnya, mereka lebih siap,” ujarnya dilansir laman resmi PBSI.  Menurutnya, dia dan Apriyani telah mencoba meningkatkan permainan di game kedua, tapi lawan masih terlalu tangguh.

“Pada game kedua kami mau lebih cekatan, coba antisipasi. Tapi mereka balik lagi mempercepat permainan dan mengambil kesempatan, mereka lebih percaya diri dari kami. Sebetulnya beban karena lebih diunggulkan sih tidak ada, tapi kami merasa ada tanggung jawab,” katanya.


Editor : Haryo Jati Waseso