Pebulu Tangkis Nomor 1 Dunia Terbang ke Jepang Naik Kelas Ekonomi, Pemerintah Taiwan Dikritik

Erfandi Rio ยท Selasa, 20 Juli 2021 - 21:21:00 WIB
Pebulu Tangkis Nomor 1 Dunia Terbang ke Jepang Naik Kelas Ekonomi, Pemerintah Taiwan Dikritik
Pebulu tangkis putri nomor satu dunia, Tai Tzu Ying mendapat perlakukan tidak mengenakan dari pemerintah Taiwan. Dia berangkat naik pesawat ekonomi ke Jepang. (Foto: Twitter @badmintonphoto)

TOKYO, iNews.id- Pebulu Tangkis putri nomor satu dunia, Tai Tzu Ying mendapat perlakukan tidak mengenakan dari pemerintah Taiwan. Dia berangkat naik pesawat ekonomi dari Taiwan ke Jepang untuk berlaga di Olimpiade Tokyo 2020

Dia pun mengunggah kisah tak mengenakan itu diinstagram pribadinya. Dia terlihat sangat kesal dengan perlakuan itu.
 
Ying lalu mencurahkan kekesalannya pada pemerintah. Sang ayah pun merespons kegundahan putrinya.

"Jika Anda tidak dapat mengatur kelas bisnis, tolong beri tahu kami terlebih dahulu sehingga kami dapat mengatur perjalanan sendiri. Dia bisa berbaring dengan nyaman di kelas bisnis," kata ayah Tai Tzu Ying.
 
Ayah Ying mengatakan perlakukan itu dinilai kurang pantas didapatkan anaknya. Dia pun mengucapkan terima kasih kepada media Taiwan yang telah membantunya menyuarakan perlakuan yang dialami anaknya.

Kini Ying sudah berada di Jepang. Dia akan berjuang sekuat tenaga untuk mendapatkan medali emas.

''Terima kasih semua media untuk liputan Anda tentang ini. Ying telah tiba di Jepang dengan selamat. Tujuan selanjutnya adalah fokus ke lapangan bulu tangkis. berharap semua orang bisa bersorak untuk pemain dan pelatih. Saya tidak akan menanggapi kejadian ini, untuk saat ini. Terima kasih atas perhatian dan cintamu," tuturnya.

Kejadian ini juga membuat Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen, turut berkomentar. Dia meminta maaf kepada delegasi Olimpiade Taiwan.

"Kebijakan yang tidak pengertian seperti itu memperlambat kurangnya perhatian para atlet yang mewakili negara kita, yang sangat disesalkan,'' kata Tsai.

Dia meminta otoritas terkait untuk membuat pengaturan yang diperlukan untuk memastikan para atlet akan terbang kembali ke Taiwan dari Tokyo di kelas bisnis setelah berkompetisi di Olimpiade Tokyo.

Editor : Ibnu Hariyanto

Bagikan Artikel: