Sandiaga Uno Puas dengan Persiapan Asian Games 2018

Abdul Rochim ยท Rabu, 25 Juli 2018 - 20:03 WIB
Sandiaga Uno Puas dengan Persiapan Asian Games 2018

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. (Foto: Wildan Chatra/iNews)

JAKARTA, iNews.id – Wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku Persiapan untuk penyelenggaraan Asian Games 2018 sudah memuaskan. Dia pun menegaskan sisa waktu 25 hari ke depan sebelum pelaksanaan pembukaan pada 18 Agustus 2018, akan dimanfaatkan untuk menuntaskan seluruh persiapan, termasuk persiapan sumber daya manusia (SDM).

”Kita menyatakan kesiapan kita. Tingkat kesiapan ada di tahap memuaskan,” ujar Sandiaga Uno usai rapat dengar pendapat bersama Komisi X DPR, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Kementerian PUPR, Pemprov Sumatera Utara, Pemprov Jawa Barat, Pemprov Banten, INASGOC, INAPGOC, dan KONI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (24/7/2018).

Sandiaga mengatakan, selain menyiapkan venue dan infrastruktur penunjang, pihaknya juga akan memberikan pelatihan kepada 1.100 volunteer yang akan membantu pelaksanaan Asian Games 2018.

Mengenai wacana libur sekolah selama berlangsungnya pelaksanaan Asian Games 2018, Sandiaga mengatakan bahwa masalah ini masih akan dibahas lebih mendalam dengan Gubernur dan pemerintah pusat, termasuk INASGOC dalam sepuluh hari ke depan. Dia juga mengungkapkan simulasi lalu lintas yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta, menunjukkan hasil yang baik.

”Ini masih menunggu hasil simulasi setelah anak kembali ke sekolah nanti. Keputusannya akan kita bahas lagi, karena kita ingin memastikan suksesnya Asian Games dengan partisipasi peserta didik. Jangan sampai kita salah ambil kebijakan. Kita ingin ada partisipasi peserta didik pada Asian Games sehingga kebijakannya harus tepat. Yang terbaik untuk pelaksanaan Asian games dan peserta didik,” tuturnya.

Untuk pembenahan Ibu Kota sebagai tuan rumah Asian Games, Sandiaga mengatakan bahwa Pemprov DKI Jakarta berencana membongkar Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat.

JPO tersebut dianggap menghalangi pandangan ke arah Patung Selamat Datang yang digagas Presiden Soekarno sebagai simbol penyambutan untuk atlet Asian Games 1962.  ”Kita putuskan sesuai spirit 1962, patung selamat datang harus menjadi salah satu icon untuk menyambut amu tamu Asian Games,” tuturnya.

Sandiaga juga berharap semua pihak ikut menyukseskan perhelatan akbar ini. Karena itu, keinginan adanya demonstrasi yang dilakukan para tukang ojek on-line saat pelaksanaan Asian Games nanti, sebaiknya diurungkan demi kepentingan bangsa.

”Kita tidak ingin perhelatan akbar ini tercoreng dengan demo ojek on-line. Timing-nya tidak tepat. Mungkin nanti setelah perhelatan akbar ini tidak apa-apa. Ini untuk kesuksesan semua. Bukan untuk kesuksesan pemerintah pusat atau pemerintah DKI Jakarta, tapi untuk kita semua,” katanya.

Pihaknya juga meminta masyarakat dan media untuk menyampaikan hal-hal yang positif, terutama di media sosial agar citra Indonesia di mata dunia menjadi lebih baik.

”Saya imbau media share yang positif-positif saja. Kita ini pakai baju NKRI. Singkirkan kepentingan-kepentingan politik sesaat untuk kepentingan yang lebih besar,” pintanya.

Editor : Haryo Jati Waseso