Liga Italia

Setelah 17 Tahun Mengabdi, Buffon dan Juventus Berpisah

Syukron Fadillah ยท Kamis, 17 Mei 2018 - 19:37 WIB
Setelah 17 Tahun Mengabdi, Buffon dan Juventus Berpisah

Kebersamaan Gianluigi Buffon bersama Juventus selama 17 tahun akhirnya berpisah. (Foto: Twitter @gianluigibuffon)

TURIN, iNews.id - Kebersamaan Gianluigi Buffon bersama Juventus selama 17 tahun akhirnya berpisah. Laga akhir pekan nanti kontra Hellas Verona menjadi laga terakhir bagi kiper 40 tahun itu.

Sejak awal musim lalu, Buffon sudah menegaskan akan mengakhiri kariernya di musim 2017/2018 ini. Meski ia sempat ragu soal keputusannya itu, kebimbangan tersebut pun terjawab. Kiper nomor satu Juventus dan timnas Italia itu memutuskan meninggalkan La Vecchia Signora akhir musim ini. Dalam sebuah konferensi pers, Buffon mengumumkan pengunduran dirinya.

"Terima kasih banyak kepada presiden (Andrea Agnelli) klub. Ini hari paling emosional bagi saya setelah menjalani perjalanan yang luar biasa dan indah. Semua dilalui bersama orang-orang yang peduli dengan saya. Karena itu pula saya selalu berusaha memberikan yang terbaik," ujar Buffon dikutip dari situs resmi klub.

Selama berseragam putih hitam, Buffon berhasil mencatatkan rekor 300 kali tidak kebobolan. Namun, selama itu pula Buffon belum pernah memenangkan titel Eropa bersama Si Nyonya Tua. Dia hanya berhasil memenangkan gelar scudetto, Coppa Italia, dan Super Italia.

"Pekan ini menjadi pertandingan terakhirku bersama Juventus. Dua trofi musim ini (scudetto dan Coppa Italia) merupakan yang terakhir yang bisa saya berikan. Gelar tersebut mengisyaratkan kepada dunia, Bianconeri selalu ada di sisiku dan akan selalu sangat spesial," ungkapnya.

Sejak pertama kali datang pada 2001 dari Parma, Buffon telah memenangkan 21 gelar selama 17 tahun mengabdi, termasuk dua gelar yang dicabut akibat skandal calciopoli. Presiden Juventus Andrea Agnelli kabarnya menyodorkan tawaran menarik untuk Buffon masuk ke dalam jajaran direksi.

"Presiden klub menawarkan proposal menarik untuk karier saya di luar lapangan. Pekan depan, setelah beberapa hari saya renungkan, akhirnya saya mengikuti hati nurani untuk mengambil sebuah keputusan," katanya.

Buffon meyakini, ada dan tiada dirinya Juventus tetap mampu mengukir prestasi terbaik. "Saya yakin Juventus telah merencanakan masa depannya dengan baik. Saya tahu itu karena telah lama berada di tim ini. Saya bangga mampu bermain dengan kemampuan hingga seusia ini (40 tahun). Namun, keputusan harus diambil dan saya membuatnya dalam kondisi hati yang tenang dan bahagia," ujarnya.


Editor : Achmad Syukron Fadillah