Tak Lolos FFP, AC Milan Terancam Terdepak dari Liga Europa

Syukron Fadillah · Rabu, 23 Mei 2018 - 06:32 WIB

Para pemain AC Milan melakukan selebrasi. (Foto: Tuttosports)

MILAN, iNews.id - Federasi Sepak Bola Tertinggi Eropa (UEFA) menolak perjanjian penyelesaian Financial Fair Play (FFP) milik AC Milan. Artinya Rossonesi tidak lolos FFP dan terancam larangan bermain di Liga Europa musim depan.

Adapun kemungkinan sanksi yang akan dijatuhkan UEFA kepada Milan selain mencabut keikutsertaan di kompetisi Eropa juga pelarangan aktivitas transfer demi menyehatkan neraka keuangan. Namun, UEFA belum dapat menyimpulkan sanksi yang bakal diterima salah satu klub tersukses di era 90-an hingga periode awal 2000-an.

Juni mendatang rencananya UEFA bakal bertemu manajemn Milan untuk mengevaluasi terperinci tahap akhir semua dokumen terkait FFP.

"Bagian Investigasi dari Badan Pengendalian Keuangan UEFA Club (CFCB) telah memutuskan untuk merujuk klub Italia AC Milan ke Dewan Peradilan CFCB terkait pelanggaran peraturan Play Fair Keuangan, khususnya persyaratan balik modal," demikian bunyi pernyataan resmi UEFA yang dikeluarkan, Selasa (22/5/2018) malam.

Milan bukan tim satu-satunya yang gagal memenuhi tuntutan FFP. Tim yang kini dikuasai taipan asal China Yonghong Li menempati urutan ke-17 menyusul klub lain seperti Galatasaray dan Panathinaikos. CFCB tidak yakin terhadap kemampuan keuangan Milan untuk mengembalikan utang yang akan jatuh tempo Oktober 2018 mendatang.

"Setelah pemeriksaan terhadap sejumlah dokumentasi dan keterangan dari klub, Dewan Investigasi CFCB menilai, keadaan (Milan) dalam kasus ini tidak memungkinkan pelunasan pembayaran (utang)."

Kedatangan Li di awal musim sempat membuat kubu Milan bergairah lantaran konsorsium asal China itu bakal mengguyur tim yang bermarkas di San Siro dengan dana melimpah. Hal tersebut menjadi kenyataan dengan aktivitas transfer Milan di awal musim 2017/2018 yang menghabiskan anggaran hingga 200 juta euro untuk mendatangkan 10 pemain baru.

Rupanya, Li lebih dulu berhutang kepada Elliott Management untuk membeli saham mayoritas Milan hingga kebutuhan belanja pemain. Total pinjaman yang harus dikembalikan Oktober mendatang sebanyak 180 juta euro belum termasuk bunga.

Semua perhitungan di awal ternyata tidak berjalan bagus. Li diisukan sedang mengalami kesulitan finansial dan salah satu usahanya terancam bangkrut.

Di sisi berbeda, Milan yang diharapkan moncer dengan modal dana 200 juta euro justru melempem. Milan masih saja kalah bersaing dengan duo Roma bahkan dengan saudara tirinya Inter Milan. Lebih-lebih kalah bersaing dengan Juventus yang berhasil mengalahkan Milan di kandang dan tandang bahkan di final Coppa Italia. Target finis di zona Liga Champions yang diharapkan dapat menjadi lumbung penghasilan pun gagal tercapai.

Jika manajemen tetap kesulitan menyehatkan finansial klub dan pelunasan utang, bukan tidak mungkin sejumlah pemain andalan bakal dilego. Nama-nama seperti Gianluigi Donnarumma, Suso, Hakan Calhanoglu, Patrick Cutrone, dan Giacomo Bonaventura tentu akan laku keras di pasaran jika Milan memasukkannya ke daftar jual pemain.


Editor : Achmad Syukron Fadillah

KOMENTAR