Digunakan Pertama Kali di Piala Dunia, Ini Sistem Kerja VAR

Reynaldi Hermawan · Rabu, 13 Juni 2018 - 14:02 WIB

Seorang wasit melihat VAR untuk menentukan keputusan. (Foto: Yahoo Sport)

MOSKOW, iNews.id – Untuk pertama kali sepanjang sejarah Piala Dunia, teknologi Video Assistant Referee (VAR) akan digunakan. Rusia yang bertugas sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018 bakal menjadi saksi penggunaan VAR yang akan membantu wasit dalam menentukan keputusan.

Dewan Asosiasi Sepakbola Internasional (IFAB) bersama Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) menyetujui penggunaan teknologi tersebut pada Maret lalu. Presiden FIFA Gianni Infantino gembira VAR bisa digunakan di kejuaraan sekelas Piala Dunia. Dia mengharapkan penggunaan teknologi tersebut bisa menghindarkan insiden-insiden kontroversial yang memicu perdebatan.

VAR akan mulai beroperasi pada pertandingan pembuka antara tuan rumah Rusia melawan Arab Saudi, Kamis (14/6/2018) malam WIB, hingga partai final 15 Juli mendatang. Lalu bagaimanakah sistem kerja VAR dalam sebuah pertandingan? Berikut ulasannya dikutip Sky Sports.

Fakta-fakta VAR

Tim VAR terdiri dari satu asisten wasit video beserta tiga anggotanya dan akan mengawal 64 pertandingan yang akan dihelat di Piala Dunia tahun ini. Komite perwasitan FIFA sudah menunjuk 13 wasit untuk bertugas. Semuanya merupakan orang-orang terbaik yang berpengalaman mengawasi pertandingan.

Tim VAR nantinya akan bekerja di ruang pengawasan video di Moskow. Mereka memiliki akses ke 33 kamera siaran. Hebatnya, mereka juga diberikan akses delapan kamera super tayangan lambat dan empat kamera ultra gerak lambat serta akses eksklusif ke dua kamera pemantau offside.

Kapan VAR bisa digunakan?

Tim VAR dengan teliti memeriksa sebuah kejadian janggal terkait empat situasi yang dapat menentukan hasil pertandingan, meliputi:

1. Pelanggaran yang berpotensi menjadi gol
2. Pelanggaran di kotak penalti
3. Insiden kartu merah langsung
4. Keputusan wasit yang salah

Untuk kartu merah langsung, IFAB memberikan kewenangan wasit memberikan kartu merah terhadap pelanggaran tanpa bola yang dilihat VAR. Bahkan jika insiden tersebut terlewat dan pertandingan sudah kembali dilanjutkan.

Direktur teknis IFAB David Elleray angkat bicara mengenai kebijakan tersebut kepada The Times. “Jika ada sesuatu pelanggaran serius yang terlewatkan wasit, VAR akan memberitahunya. Saat itu juga, VAR akan memberitahu wasit dan dia bisa langsung mengirim pemain bersangkutan keluar lapangan,” ujarnya.

“Kami memprediksi kondisi seperti ini tidak akan sering terjadi. Ini hanya berlaku untuk pelanggaran serius yang patut diganjar kartu merah,” Elleray menambahkan.

VAR tidak bisa mengeluarkan keputusan

FIFA menekankan kalau VAR tidak membuat keputusan apa pun. Mereka hanya membantu wasit menjalankan tugasnya. Segala keputusan tetap keluar dari wasit.

Studi kasus

Ulasan di lapangan: Ketika sebuah tim mencetak gol, wasit dapat memeriksa keabsahan gol tersebut. Wasit bisa meninjau melalui VAR apakah torehan tersebut berbau pelanggaran atau offside. Selain itu, wasit berhak melihat pelanggaran di kotak terlarang yang pantas diberi penalti. Semua insiden kartu merah langsung juga akan dinilai melalui ulasan di lapangan.

Saran VAR: Wasit dapat meminta saran faktual kepada VAR mengenai posisi offside atau pelanggaran tanpa bola. Mengenai keputusan penalti, VAR dapat memberikan saran jika diminta. VAR juga bisa memberitahu apakah pelanggaran tersebut dilakukan di dalam atau luar kotak penalti.

Penonton di stadion bisa menyimak tinjauan VAR dalam video

Penggunaan teknologi itu sebelumnya dikritik karena para penonton di stadion kerap kebingungan kala wasit sedang berdiskusi dengan tim VAR. Mereka tidak mengetahui secara pasti insiden apa yang terjadi di lapangan sehingga wasit harus menghentikan pertandingan dan meminta bantuan VAR.

Menyiasati itu, FIFA memastikan penggemar di stadion bisa melihat tayangan video VAR dalam sebuah layar raksasa yang terpampang di stadion. Otoritas tertinggi sepak bola dunia itu juga mengembangkan sistem yang secara otomatis menampilkan video dari VAR jika ada insiden terjadi.

Seorang anggota staf FIFA juga akan memberi tahu penyiar dan komentator pertandingan mengenai alasan dan hasil peninjauan.

Kelemahan VAR

Sebuah insiden memang bisa terpantau secara gamblang dengan bantuan VAR. Tapi tetap saja, wasit membutuhkan waktu mengeluarkan keputusan walau sudah berdiskusi dengan tim VAR.

Sebut saja ketika Tottenham Hotspur menang 6-1 atas klub League One, Rochdale di Piala FA musim lalu. Kala itu, wasit memerlukan waktu lima menit untuk membuat keputusan terkait insiden yang terjadi di pertandingan tersebut. Akibatnya, wasit memberikan lima menit waktu injury time di penghujung laga.

Usai laga, Pelatih Tottenham Mauricio Pochettino mengungkapkan kekhawatiran VAR akan membunuh spontanitas dan emosi dalam permainan sepak bola. Tapi yang jelas, dengan adanya VAR semua keputusan kontroversial dalam sebuah laga bakal berkurang.


Editor : Haryo Jati Waseso

KOMENTAR