Sejarah Piala Dunia, Kasus Doping Maradona di Edisi 1994

Reynaldi Hermawan · Kamis, 14 Juni 2018 - 15:32 WIB

Diego Armando Maradona. (Foto: FourFourTwo)

MOSKOW, iNews.id – Legendaris tim nasional Argentina Diego Maradona harus pulang lebih cepat pada Piala Dunia 1994 akibat kasus doping yang menjeratnya. Tak hanya dipulangkan, eks pesepak bola yang terkenal dengan Gol Tangan Tuhan itu diskors Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) selama 15 bulan.

Pada Piala Dunia yang dihelat di Amerika Serikat (AS) itu, Maradona sempat merumput saat La Albiceleste berjumpa Yunani di penyisihan grup. Pemain kidal bertubuh gempal itu tampil apik dengan menyumbangkan satu gol dalam kemenangan 4-0 atas Yunani. Sedangkan tiga gol lainnya dibukukan Gabriel Omar Batistuta.

Kemudian pada laga kedua fase grup, Argentina meladeni perlawanan Negeria. Saat itu dia juga menyumbangkan satu assist saat timnya menang 2-1 atas Nigeria. Usai laga, Maradona diminta Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) untuk menjalani serangkaian tes doping.

Hasilnya, Maradona terbukti mengonsumsi efedrin, salah satu obat yang dilarang FIFA. Efedrin merupakan obat untuk menanggulangi masalah pernapasan sekaligus meningkatkan performa. Selain itu, efedrin juga diyakini dapat membantu menurunkan berat badan yang saat itu dialami Maradona. 

Maradona yang terbukti menggunakan doping kemudian diusir dari arena Piala Dunia 1994. Tanpa kehadirannya, Argentina tetap berhasil lolos dari fase grup. Sayang langkah mereka terhenti di babak 16 Besar setelah kalah 2-3 dari Rumania.


Editor : Achmad Syukron Fadillah

KOMENTAR