Liga 1

Terjebak di Dasar Klasemen, PSMS Medan Pecat Djadjang Nurdjaman

Stepanus Purba ยท Jumat, 13 Juli 2018 - 18:55 WIB
Terjebak di Dasar Klasemen, PSMS Medan Pecat Djadjang Nurdjaman

Buruknya performa PSMS Medan yang ditandai dengan empat laga tanpa kemenangan membuat manajemen mencopot Djajang Nurdjaman sebagai pelatih kepala. (Foto: FourFourTwo)

MEDAN, iNews.id - Buruknya performa PSMS Medan yang ditandai dengan empat laga tanpa kemenangan membuat manajemen mencopot Djajang Nurdjaman sebagai pelatih kepala. Sampai pekan ke-18 Liga 1, PSMS masih terjebak di dasar klasemen sementara.

Pelatih yang akrab disapa Djanur dipecat manajemen PSMS setelah menelan kekalahan 1-3 dari Persipura Jayapura di Stadion Teladan, Medan, Kamis (12/7/2018). Kabar pemecatan Djanur tersebar ke publik setelah akun instagram resmi PSMS mengunggah ucapkan salam perpisahan kepada mantan pelatih Persib Bandung itu.

"PSMS Medan mengakhiri kerja sama dengan Djajang Nurdjaman. Terima kasih coach. Doakan PSMS bangkit," tulis admin dalam akun tersebut.
 
Sekretaris Umum PSMS Medan Julius Raja membenarkan pemecatan Djanur dari kursi kepelatihan PSMS Medan. "Betul, Djajang telah dipecat. Terhitung hari ini dia sudah tidak berkerja dengan PSMS Medan lagi," kata Julius Raja, Jumat, (13/7/2018) melalui siaran pers yang diterima iNews.id.
 
Raja mengungkapkan, buruknya peforma PSMS hingga paruh kedua Liga 1 menjadi alasan manajemen mengakhiri kontrak Djajang. "Puncaknya saat kami kalah dari Persipura dan kini kami terperangkap sebagai juru kunci. Tak hanya itu, dari 15 laga yang kami jalani, 10 di antaranya berakhir dengan kekalahan," ujarnya.
 
"Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka manajemen memutuskan untuk memberhentikan Djajang Nurdjaman sebagai pelatih PSMS Medan," ungkapnya.
 
Julius juga mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Djajang karena sudah membantu PSMS Medan hingga dapat kembali berlaga di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. "Kami berharap di klub barunya nanti coach Djajang dapat sukses dan meraih prestasi," ucapya.

 


Editor : Achmad Syukron Fadillah