Jelang Prancis Vs Kroasia

Sepanjang Sejarah Final Piala Dunia, Baru 2 Kali Berakhir Adu Penalti

Fitradian Dhimas Kurniawan · Jumat, 13 Juli 2018 - 20:45 WIB

Trofi Piala Dunia. (Foto: Fifa.com)

MOSKOW, iNews.id - Laga antara tim nasional Prancis melawan Kroasia di Stadion Luzhniki, Moskow, Minggu (15/7/2018) malam WIB, bakal menjadi final ke-21 sepanjang gelaran Piala Dunia. Dari 20 laga final yang telah dimainkan, baru dua edisi yang berakhir lewat drama adu penalti.

Prancis dan Kroasia memiliki kekuatan cukup setara. Sepanjang gelaran Piala Dunia 2018, kedua kesebelasan sama-sama menunjukkan penampilan impresif.

Pada putaran final Piala Dunia 2018, Prancis berada di Grup C bersama Denmark, Peru, dan Australia. Meski tidak sekalipun menderita kekalahan, penampilan tim Ayam Jantan kurang gigit lantaran hanya mampu menang 2-1 atas Autralia dan mengalahkan Peru 1-0. Sedangkan di laga terakhir Grup C Kylian Mbappe dan kolega hanya bermain imbang tanpa gol.



Penampilan jauh lebih meyakinkan justru ditunjukkan Prancis di babak knock out. Mereka tampil digdaya dengan menyingkirkan Argentina (2-1), Uruguay (2-0), dan Belgia (1-0). Skuat asuhan Didier Deschamps pun melenggang ke babak final.

Sementara Luka Modric bersama skuat Kroasia tampil trengginas sejak melakoni laga perdana Grup D. Mereka mengalahkan Nigeria (2-0), Argentina (3-0), dan Islandia (2-1), alhasil poin sempurna sembilan diraih skuat besutan Zlatko Dalic.

Di babak gugur, langkah Kroasia cukup terjal dengan selalu tertinggal lebih dulu. Kroasia dapat mengalahkan Denmark dan Rusia lewat drama adu penalti setelah tertinggal satu gol lebih dulu. Beruntung gol Mario Mandzukic di menit ke-109 tidak dapat dibalas skuat Inggris hingga 15 menit babak tambahan usai. Kroasia pun melangkah ke final berkat kemenangan 2-1.



Melihat perjalanan dan kekuatan kedua tim, tidak menutup kemungkinan laga bakal ditentukan melalui drama tos-tosan. Jika hal tersebut terjadi, maka Piala Dunia 2018 akan menjadi edisi ketiga penentuan juara harus ditentukan lewat drama penalti.

Dari segi kesiapan, Kroasia tentu lebih terlatih karena sudah melalui dua kali adu penalti melawan Spanyol di 16 besar, serta menyingkirkan Rusia pada perempat final. Namun. Prancis memiliki sejumlah pemain yang memiliki ketajaman dan akurasi dalam menendang penalti.

Final 1994 dan 2006 ditentukan lewat adu penalti

Brasil menjadi tim pertama yang menyegel juara dunia melalui adu penalti saat bertemu Italia di Piala Dunia 1994. Saat itu hanya Marcio Santos penendang Brasil yang gagal merobek gawang Gianluca Pagliuca. Sementara Franco Baresi dan Roberto Baggio menjadi algojo Gli Azzuri yang gagal memasukkan bola. Sebelumnya skor 0-0 tidak berubah hingga 120 menit laga.



Selang 12 tahun kemudian, drama yang sama kembali terjadi di final Piala Dunia. Italia kembali menjadi aktor utama hanya saja kali ini menghadapi Prancis.

Italia tertinggal lebih dulu lewat gol penalti Zinedine Zidane di menit ketujuh. Skuat asuhan Marcello Lippi baru bias membalas pada menit ke-19 lewat gol tandukan Marco Materazzi. Setelahnya tidak ada lagi gol yang tercipta hingga 120 menit laga.

Italia kali ini terhindar dari kutukan adu penalti setelah lima penendang terbaiknya menjalankan tugas dengan baik. Sedangkan David Trezeguet menjadi satu-satunya eksekutor Les Bleus yang gagal menjalankan tugas. Setelahnya penentuan juara dunia tidak lagi melewati drama mencekam tersebut.


Editor : Achmad Syukron Fadillah

KOMENTAR