3 Alasan Prancis Bisa Juara Piala Dunia 2018, Nomor 2 Sangat Mendukung

Reynaldi Hermawan ยท Sabtu, 14 Juli 2018 - 12:02 WIB
3 Alasan Prancis Bisa Juara Piala Dunia 2018, Nomor 2 Sangat Mendukung

Timnas Prancis siap meladeni Kroasia pada final Piala Dunia 2018 di Stadion Luzhniki, Moskow, Minggu (15/7/2018) malam. (Foto: FIFA.com)

MOSKOW, iNews.id – Tim nasional Prancis akan menghadapi Kroasia pada partai final Piala Dunia 2018 di Stadion Luzhniki, Moskow, Minggu (15/7/2018) malam WIB. Bagi Les Bleus, kemenangan pada laga tersebut akan menjadi obat pelipur lara.

Dua tahun yang lalu, mereka dipermalukan di Piala Eropa yang digelar di rumah sendiri. Tampil superior hingga ke final, Prancis akhirnya kalah 0-1 dari Portugal. Kekalahan tersebut tentu bakal terobati jika anak asuhan Dider Deschamps itu bisa mendulang piala di Rusia.

Selain motivasi tersebut, ada tiga faktor kunci yang bisa membantu Prancis angkat Piala. Berikut ulasan selengkapnya dikutip laman resmi FIFA.

1. Semangat tim

“Piala Dunia tidak bisa dimenangkan dengan bakat individu, melainkan kekompakan tim,” kata Pelatih Belgia Roberto Martinez sebelum dikalahkan Prancis di semifinal. Jika berbicara kekompakan, Les Bleus bisa dibilang yang terbaik.

Di Prancis, pemain belakang dan gelandang saling bahu membahu membuat gol krusial bagi kemenangan timnya dari fase grup hingga semifinal. Penyerang Olivier Giroud yang belum cetak gol kerap membantu memancing pergerakan lawan untuk meninggalkan posisinya.

Dia juga sejauh ini sudah membuat satu assist. Kondisi tersebut sangat menggambarkan kekompakan mereka dalam membangun serangan tanpa memandang posisi.

Kemudian saat mencetak gol, Prancis kerap berselebrasi dengan berbondong-bondong dari pemain yang turun di lapangan hingga cadangan. Kebersamaan mereka sangat terlihat. Tak ada batas yang memisahkan asisten pelatih, kiper ketiga hingga pemain utama. Semuanya terlihat 100 persen berkomitmen mewujudkan misi tim.

Meski diisi pemain dengan skill individu menawan seperti Kylian Mbappe, Pelatih Prancis Didier Deschamps tak silau. Dia tetap memainkan strategi yang melibatkan seluruh pemain tanpa mengandalkan seorang pun.


2. Soliditas luar biasa

Baik dalam hal bertahan atau menyerang, Prancis memiliki catatan yang gemilang:

9 – Sejak dimulai kompetisi hingga kini, mereka hanya pernah sembilan menit mengalami kondisi tertinggal yakni saat melawan Argentina di babak 16 besar dengan skor 1-2. Namun Prancis dengan cepat berbalik unggul dan akhirnya menang 4-3.

48 – Gelandang Prancis N’golo Kante telah memenangkan duel penguasaan bola sebanyak 48 kali. Catatan itu merupakan yang paling banyak dibandingkan kontestan lainnya.

7 – Kiper Prancis Hugo Lloris telah menyelamatkan tujuh tembakan tepat sasaran terakhir yang dikirimkan para lawannya.

8 – Deschamps memetik delapan kemenangan dalam 11 pertandingan terakhirnya (73 persen), Dia memiliki persentase kemenangan tertinggi dari setiap pelatih yang telah memimpin setidaknya sepuluh pertandingan di Piala Dunia.

1958 – Melawan Argentina, Mbappe menjadi pemain termuda sejak Pele (pada 1958) yang bisa mencetak dua gol di babak sistem gugur Piala Dunia.


3. Sejarah 1998

Dua puluh tahun lalu, Prancis yang diperkuat Deschamps sebagai kapten bisa menyegel gelar juara Piala Dunia di rumah sendiri. Kala itu mereka menyingkirkan Brasil di final, setelah menumbangkan Kroasia di semifinal.

Jika berhasil, Deschamps akan mengikuti legendaris Brasil Mario Zagallo dan kaisar sepak bola Jerman Franz Beckenbauer yang memenangkan gelar juara dunia sebagai pemain dan juga pelatih.


Editor : Abdul Haris