Hadapi Asian Games, Ganda Campuran Rampungkan TC di Kudus

Fitradian Dhimas Kurniawan ยท Sabtu, 11 Agustus 2018 - 15:42 WIB
Hadapi Asian Games, Ganda Campuran Rampungkan TC di Kudus

Pebulu tangkis ganda campuran Tontowi Ahmad (belakang) dan Liliyana Natsir (depan) jadi salah satu andalan Indonesia untuk meraih medali pada Asian Games 2018. (Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

JAKARTA, iNews.id – PB PBSI serius dalam mempersiapkan tim untuk Asian Games 2018. Salah satunya dengan menggenjot persiapan tim ganda campuran dalam training camp (TC) di Kudus, Jawa Tengah pada 5-11 Agustus 2018.

Kepala Pelatih Ganda Campuran PBSI Richard Mainaky mengatakan, dengan TC itu para pebulu tangkis bisa meningkatkan konsentrasi pada latihan, meski lebih menguras tenaga.

“Anak-anak bilang latihan di sini sangat melelahkan, padahal programnya kurang lebih sama dengan yang di Jakarta. Mungkin terasa beda karena mereka benar-benar fokus latihan dan enggak kemana-mana, semua sudah disiapkan di sini. Jadi hari-hari cuma diisi latihan, makan, istirahat,” kata Richard di laman resmi PBSI.

Faktor teknis lebih banyak diperhatikan pada TC itu. Selanjutnya, kontingen bulu tangkis Indonesia akan kembali berlatih di Jakarta, karena cabang olahraga bulu tangkis Asian Games 2018 akan dimulai Minggu (19/8/2018).

“Yang ditingkatkan itu latihan fisik sirkuit, gym, dan kelincahan gerak di lapangan. Tetapi porsinya memang lebih banyak program teknik. Minggu depan sudah masuk program volume rendah tapi intensitas tetap tinggi. Para pemain harus jaga kondisi serta motivasi yang selama ini sudah bagus, harus terus dijaga,” ujar pria berusia 53 tahun itu.

Selain aspek teknis, sisi mental juga terus dilatih oleh PBSI. Pembinaan psikologi serta motivasi dari pemain senior dilakukan untuk meningkatkan tekad kontingen Indonesia.

“Untuk persiapan nonteknis, sudah berjalan setiap hari di pelatnas, sudah dikontrol oleh pak Rachman (Widohardhono, Psikolog PBSI). Kami juga minta masukan dan wejangan dari para legend seperti misalnya Koh Chris (Christian Hadinata),” ujarnya.


Editor : Abdul Haris