Jakmania Tewas Dikeroyok, Menpora: Pemerintah Tak Akan Tinggal Diam

Fitradian Dhimas Kurniawan ยท Senin, 24 September 2018 - 12:33 WIB
Jakmania Tewas Dikeroyok, Menpora: Pemerintah Tak Akan Tinggal Diam

Menpora Imam Nahrawi (kedua kiri) ingin kejadian tewasnya suporter di stadion tak terjadi lagi. (Foto: ANTARA/Puspa Perwitasari)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

JAKARTA, iNews.id  Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi naik pitam mendengar tewasnya suporter Persija Jakarta Jakmania bernama Haringga Sirila di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (23/9/2018). Korban meninggal setelah dikeroyok sejumlah oknum pendukung Persib Bandung jelang pekan ke-23 Liga 1 2018.

Merespons insiden memilukan tersebut, Menpora mengeluarkan pernyataannya melalui kicauannya di Twitter pribadinya. Di media sosial itu, politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu dengan tegas ingin mengetahui akar permasalahan dari pengeroyokan tersebut. Dia tidak ingin seseorang harus meregang nyawa hanya karena ingin mendukung tim idolanya. 
 
“Pagi ini juga saya akan meminta keterangan lengkap dari semua pihak. Pemerintah tak akan tinggal diam jika ada anak muda terus jadi korban hanya karena sepak bola,” tulis Menpora, Senin (24/9/2018). 
 
Haringga tewas dikeroyok sejumlah oknum Bobotoh di area parkiran Gerbang Biru GBLA, sebelum laga yang mempertemukan Persib dengan Persija. Menurut sejumlah saksi, pada pukul 13.00 WIB Haringga terlihat tengah dikejar sejumlah orang. 
 
Mereka berteriak bahwa dia adalah pendukung Persija. Pria 23 tahun itu sempat meminta perlindungan tukang bakso, namun para pengeroyok berhasil menangkapnya dan kemudian memukuli dengan balok kayu, piring dan botol. 
 
Haringga pun tewas ditempat setelah menjadi bulan-bulanan kelompok tersebut. Atas insiden tersebut, Polrestabes Bandung mengamankan 10 orang yang diduga terlibat dalam kasus pengeroyokan itu.

Dari sejumlah terduga pelaku yang ditangkap, beberapa di antaranya sudah mengakui keterlibatan dalam aksi anarkistis tersebut.


Editor : Abdul Haris