Liga Champions

4 Comeback Terbaik Liga Champions, Terakhir Terjadi Musim Lalu

Reynaldi Hermawan ยท Selasa, 10 April 2018 - 17:52 WIB
4 Comeback Terbaik Liga Champions, Terakhir Terjadi Musim Lalu

Gelandang Barcelona Sergi Roberto (tengah). (Foto: Daily Mail)

ROMA, iNews.id – Perempat final Liga Champions musim ini tampaknya tak terlalu bersahabat bagi dua wakil Italia, yakni Juventus dan AS Roma serta wakil Inggris Manchester City. Ketiga tim tersebut harus kalah dengan defisit tiga angka pada leg pertama dari lawannya masing-masing.

Roma takluk 1-4 dari Barcelona di Camp Nou, Rabu (4/4/2018) dini hari WIB. Sedangkan Juve dipecundangi Real Madrid 0-3 di Allianz Stadium, dan City dipecundangi Liverpool dengan skor 0-3 di Anfield, sehari sebelumnya.

Secara matematis akan sangat sulit bagi ketiga tim tersebut untuk mengejar ketertinggalan dan lolos ke semifinal.

Namun perlu diingat, tak ada yang mustahil dalam sepak bola. Terbukti beberapa tim Eropa lainnya mampu lolos ke fase selanjutnya walau sudah tertinggal banyak gol pada pertemuan pertama.

Siapa sajakah klub tangguh tersebut? Berikut ulasannya dikutip Football Italia.

Real Madrid Vs Derby County 6-5 (1975-1976)



Madrid memang selalu memiliki kenangan indah di pentas Eropa. Kala itu di putaran kedua Kejuaraan Eropa, yang kini bernama Liga Champions, mereka ditantang wakil Inggris Derby County.

Di Inggris, mereka kalah 1-4 lewat hattrick Charlie George dan gol David Nish. Sedangkan Los Blancos hanya bisa sekali membalas berkat sumbangan Jose Martinez Sanchez alias Pirri.

Namun di Santiago Bernabeu, Madrid mengamuk dan menang 5-1. Keseluruhan gol mereka saat itu tercipta lewat dua gol Roberto Juan Martinez dan Santillana serta satu gol penalti dari Pirri.

Dynamo Berlin Vs Werder Bremen 5-3 (1988-1999)



Pada putaran pertama Kejuaraan Eropa (Liga Champion) 1988/89, diwarnai pertemuan klub  Jerman Timur (Dynamo Berlin) dan Jerman Barat (Werder Bremen)

Pada leg pertama, Dynamo Berlin berhasil membukukan kemenangan telak 3-0 berkat sumbangan gol dari Thomas Doll, Andreas Thom dan Frank Pastor.

Namun pada pertemuan kedua, Bremen mengamuk dan membalasnya dengan lima gol sekaligus. Gol penalti Michael Kutzop membuka asa Bremen dan bertahan hingga paruh pertama usai.

Kemudian pada babak kedua, klub yang berjuluk Die Werderaner itu sukses menyarangkan empat gol berkat torehan Guenter Hermann, Karl-Heinz Riedle, Manfred Burgsmuller, serta Thomas Schaaf di penghujung laga.

Itu merupakan penampilan terakhir Dynamo Berlin di kancah Eropa. Kini mereka bermain pada divisi keempat Liga Jerman.

Deportivo La Coruna Vs AC Milan 5-4 (2003/2004)



Bertandang ke San Siro pada laga perempat final leg pertama, Derportivo dikandaskan Milan dengan skor mencolok 4-1. Keempat gol I Rossonerri kala itu diciptakan Ricardo Kaka (dua gol), Andriy Sevchenko dan Andrea Pirlo. Sedangkan tim tamu hanya mampu sekali mencetak gol lewat kaki Walter Pandiani.

Namun saat menjamu Milan di Spanyol, Super Depor tampil beringas dan berhasil menghajar sang juara bertahan dengan skor 4-0. Pesta gol Deportivo kala itu dipersembahkan Pandiani, Juan Carlos Valeron, Albert Luque, dan Fran Gonzalez.

Berkat hasil positif itu, Deportivo pun dipastikan lolos ke semifinal. Namun, di fase tersebut mereka harus angkat koper setelah kalah agregat 0-1 dari FC Porto.

Barcelona Vs Paris Saint-Germain (PSG) 6-5 (2016/2017)



Mungkin comeback satu ini terbilang yang paling luar biasa. Bagaimana tidak, Barca tertinggal 0-4 di Parc de Princes akibat torehan Angel Di maria (dua gol), Juan Draxler dan Edinson Cavani.

Tak putus asa, Barca diluar dugaan bisa mengembalikkan ketertinggalan di Camp Nou dengan skor 6-1. Skuat asuhan Luis Enrique saat itu unggul dua gol di paruh pertama berkat sumbangan Luis Suarez dan gol bunuh diri Layvin Kurzawa.

Di babak kedua, Lionel Messi memperbesar peluang Barca lewat golnya dari titik putih. Namun, tak lama berselang PSG berhasil memperkecil kedudukan melalui Cavani.

Namun gol tersebut tak meruntuhkan semangat penggawa Blaugrana. Mereka bisa menambah gol berkat aksi Neymar Jr (dua gol). Kemudian Sergi Roberto menjadi pahlawan kemenangan klub Katalan itu berkat torehannya di masa injury time.


Editor : Haryo Jati Waseso