Liga Inggris

Alexander-Arnold Sebut Joe Gomez sebagai Van Dijk Kecil

Haryo Jati Waseso ยท Sabtu, 13 Oktober 2018 - 23:00 WIB
Alexander-Arnold Sebut Joe Gomez sebagai Van Dijk Kecil

Bek Liverpool Joe Gomez. (Foto: Filippo MONTEFORTE/AFP)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

LIVERPOOL, iNews.id - Pemain Liverpool Trent Alexander-Arnold menyebut rekan setimnya Joe Gomez akan menjadi salah satu bek terbaik di Premier League dan hampir menyamai bek terbaik The Reds saat ini Virgil van Dijk. Alexander-Arnold bahkan menyebutnya sebagai Van Dijk kecil.

Musim ini Klopp memang lebih mempercayakan Gomez sebagai bek sentral berduet dengan Van Dijk, karena cedera yang sempat menerpa Dejan Lovren dan Joel Matip. Padahal, musim lalu Gomez lebih sering bermain sebagai bek kanan.

Tetapi performa bek berusia 21 tahun tersebut begitu impresif. Buktinya di Premier League, gawang Liverpool baru kebobolan 3 kali, sama dengan yang dimiliki Manchester City. Jumlah tersebut membuat keduanya sebagai tim yang paling sedikit dijebol lawan di liga musim ini.

“Dia (Gomez) telah menunjukkan dirinya sebagai pemain hebat. Di usia muda, dia sudah menjadi salah satu yang terbaik pada posisinya di liga. Ini merupakan pujian untuknya, apalagi jika mengingat cedera yang dideritanya,” tutur Alexander-Arnold di situs resmi klub.

“Dia memiliki rasa lapar dan berusaha keras untuk mempertahankan kesuksesan, melangkah maju dan menjadi lebih baik. Anda bisa melihatnya setiap hari di latihan bagaimana dia selalu memperlakukan dirinya sendiri,” ucapnya.

Alexander-Arnold pun menegaskan hubungan baik antara Gomez dan Van Dijk turut mempengaruhi kemampuan keduanya hingga bisa bermain serasi di pertahanan Liverpool.

“Hubungan yang dibangunnya bersama Virgil sangat membantu. Dia mungkin melihat Virgil sebagai tokoh panutan. Terkadang, dia seperti Virgil kecil,” ujar produk asli tim junior Liverpool itu.

Alexander-Arnold pun tak memungkiri melihat perubahan besar di pertahanan timnya, khususnya dengan kian berkembangnya Gomez. Hal ini jelas berbeda dengan kondisi musim lalu di mana mereka kebobolan 38 gol di akhir musim.

“Mungkin ada sedikit perbedaan dari pertahanan kami di musim lalu, khususnya bagaimana kami mengorganisir pertahanan. Kami tak banyak kebobolan dan masih terus mendapat hasil, terkadang kami membuat mereka kesulitan. Kemenangan adalah kemenangan dan pada akhirnya kami akan menunjukkan mampu melakukannya dengan cara berbeda,” tuturnya.


Editor : Haryo Jati Waseso