Bukan di Stadion Utama GBK, Ini Alasan Penutupan di Stadion Madya

Fitradian Dhimas Kurniawan ยท Sabtu, 13 Oktober 2018 - 12:01 WIB
Bukan di Stadion Utama GBK, Ini Alasan Penutupan di Stadion Madya

Penutupan Asian Para Games 2018 bakal diadakan di Stadion Madya Gelora Bung Karno (GBK), Sabtu (13/10/2018). (Foto: INAPGOC)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

JAKARTA, iNews.id – Berbeda dari upacara pembukaan, penutupan Asian Para Games 2018 bakal diadakan di Stadion Madya Gelora Bung Karno (GBK), Sabtu (13/10/2018).

Direktur Upacara Panitia Penyelenggara Asian Para Games 2018 (INAPGOC) Aulia Mahariza mengaku Stadion Utama GBK masih digunakan sebagai arena pertandingan para atletik. Karena waktunya yang mepet, akhirnya diputuskan Stadion Madya bakal digunakan.

“Kami memang menggelar upacara penutupan di Stadion Madya karena Stadion Utama GBK masih dipakai sebagai arena perlombaan para atletik pada Sabtu sehingga kami tidak punya waktu untuk persiapan panggung seperti pada upacara pembukaan,” kata Aulia kepada Antara.

Aulia tak menampik ukuran Stadion Madya jauh lebih kecil ketimbang Stadion Utama. Tetapi, dia memastikan upacara penutupan tak akan kalah megah. Oleh sebab itu, pihaknya telah mempersiapkan empat akses utama untuk penonton.

“Kami akan membuka pintu lima, pintu enam, dan pintu tujuh bagi para penonton karena masih ada dua festival Asian Para Games di kawasan Gelora Bung Karno. Tapi, kami juga membuka pintu dua akses jalan kaki yang langsung menuju Stadion Madya bagi penonton,” ujarnya.

INAPGOC, lanjut Aulia, juga masih menyediakan kantong-kantong parkir bagi penonton di sekitar kawasan GBK yang membawa kendaraan bermotor seperti di kawasan bisnis SCBD, Plaza Senayan, ataupun Ratu Plaza. Selain itu, beberapa ruas jalan juga akan ditutup menjelang upacara penutupan.

“Rencana pukul 15.00 WIB jalan Asia-Afrika dan sebagian jalan Gerbang Pemuda akan ditutup. Tapi, Kami masih belum mendapatkan keterangan resmi dari pihak Dinas Perhubungan terkait pengaturan arus lalu-lintas ketika penutupan,” tutur Aulia.

INAPGOC akan menghadirkan grup musik asal Korea Selatan AOA selain dua grup musik Indonesia Cokelat dan Netral dalam penutupan Asian Para Games. Selain itu, penyanyi Judika, Rio Febrian, Claudya Fritsca, Naura, Sherly Sheinafia, dan penyanyi Allafta Hirzi Sodiq atau akrab disapa Zizi.

Bagi yang ingin menyaksikan langsung upacara penutupan dapat membeli tiket masuk dengan mengakses situs asianparagames2018.loket.com. Harga tiket masuk bervariasi dengan rentang harga Rp250.000 - Rp400.000. 

Untuk kelas festival (non-seating) dijual seharga Rp400.000. Tersedia pula festival kursi roda seharga Rp 200.000. Sedangkan untuk kelas 1 timur dijual seharga Rp 500.000. Kemudian untuk kelas 2 timur dan kelas 2 barat bisa dibeli dengan harga Rp 250.000.

Panitia juga telah mendistribusikan tiket gratis kepada tamu-tamu penyandang disabilitas melalui Kementerian Sosial dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.


Editor : Abdul Haris