Liga Jerman

Tak Segarang Musim Lalu, Penampilan Bayern Muenchen Kini Loyo

Fitradian Dhimas Kurniawan ยท Kamis, 11 Oktober 2018 - 20:27 WIB
Tak Segarang Musim Lalu, Penampilan Bayern Muenchen Kini Loyo

FC Hollywood dalam empat laga terakhir di semua ajang hanya meraih dua kali imbang dan kalah. Mereka pun harus puas berada di posisi keenam klasemen sementara. (Foto: Bild)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

MUNICH, iNews.id - Juara Bundesliga enam musim terakhir Bayern Muenchen tengah mengalami masa kelam. FC Hollywood dalam empat laga terakhir di semua ajang hanya meraih dua kali imbang dan kalah.

Muenchen mengalami kekalahan terbesar di kandang sejak tahun 2000 setelah dipermalukan Borussia Monchengladbach 0-3, Minggu (7/10/2018). Robert Lewandowski dan kolega kini berada di posisi keenam dengan 13 poin.

Meski mengalami penurunan performa, poin yang dimiliki Muenchen tidak terlalu jauh dibanding pimpinan klasemen sementara Bundesliga Borussia Dortmund. Die Roten tertinggal empat angka setelah hanya mampu mencetak empat kemenangan, sekali imbang, dan dua kali kalah. 

Kedigdayaan Muenchen di enam tahun terakhir seperti tidak membekas pada musim ini. Lantas, apa yang membuat performa Muenchen menurun?

1. Pemain mulai menua



Skuat Muenchen mayoritas diisi para penggawa tim nasional (timnas) Jerman yang berjuang memenangkan menjadi juara Piala Eropa U21 2009 yang berlanjut menjadi runner-up di Piala Dunia 2010.

Saat itu, pemain muda seperti Manuel Neuer, Jerome Boateng, Thomas Muller dan Toni Kroos bergabung dengan para pemain senior sekaliber Philip Lahm, Arjen Robben dan Frank Ribery. Skuat tersebut bertahan hingga saat ini. 

Para penggawa sudah memasuki usia senja dan jumlah pemain berusia 30 tahun pun bertambah. Dengan usia yang tidak lagi muda tentu mempengaruhi performa Muenchen.

2. Penunjukkan Niko Kovac



Musim ini Muenchen dilatih Niko Kovac. Tidak ada yang salah dalam penunjukkan Kovac yang terbukti sukses bersama Eintracht Frankfurt . Namun, reputasi Kovac tidak sebanding dengan pelatih sebelumnya.

Nama legendaris seperti Jupp Heynckes, Carlo Ancelotti, Josep Guardiola, dan Louis Van Gaal sukses memberikan titel juara kepada Die Roten. Rasa hormat dari para pemain pun tidak tampak lantaran nama Kovac kalah besar dibanding para pemain yang dilatihnya.

Jelas, tren negatif yang sedang berlangsung bakal memberi tekanan kuat kepada pelatih asal Kroasia itu. Kovac harus segera menyatukan tim untuk tunduk terhadap instruksinya.

3. Mudah puas



Dengan enam titel Bundesliga secara beruntun penggawa Muenchen merasa pencapaiannya sudah lebih dari cukup. Akibatnya, mereka kehilangan gairah untuk mendorong mereka bermain lebih baik.

Tanpa motivasi membuat pemain Muenchen lengah dan lebih mudah untuk ditekan. Padahal, mereka mampu mengunci gelar Bundesliga musim lalu saat pertandingan masih tersisa cukup banyak.


Editor : Achmad Syukron Fadillah