19 Tahun Berkarier, Lee Chong Wei Gantung Raket

Haryo Jati Waseso ยท Kamis, 13 Juni 2019 - 13:39 WIB
19 Tahun Berkarier, Lee Chong Wei Gantung Raket

Lee Chong Wei (tengah) mengungkapkan keputusannya pensiun sebagai atlet bulu tangkis di Putrajaya, Kamis (13/6/2019). (Foto: Mohd RASFAN/AFP)

PUTRAJAYA, iNews.id - Mantan pemain tunggal putra nomor satu dunia asal Malaysia, Lee Chong Wei memutuskan pensiun sebagai atlet bulu tangkis di Putrajaya, Kamis (13/6/2019). Keputusannya tersebut mengakhiri kariernya selama 19 tahun.

Lee mengungkapkan keputusannya gantung raket dengan berlinang air mata. Pergumulannya dengan kanker hidung disinyalir menjadi salah satu alasannya pensiun.

“Ini sebuah keputusan yang sulit, tapi saya tak memiliki opsi lain setelah konsultasi terakhir dengan dokter di Jepang, bulan lalu. Saya diberikan 8 pertanyaan mengenai kondisi saat ini, dan hasilnya saya tak cukup bugar untuk beraktivitas dengan intensitas tinggi,” katanya dilansir The Star.

“Jadi tak akan baik bagi saya memaksakan diri, karena akan berpengaruh pada kesehatan,” tuturnya. Atlet berusia 36 tahun itu pun berterima kasih atas semua dukungan kepada dirinya.

“Terima kasih kepada masyarakat Malaysia. Saya juga ingin berterima kasih kepada semua orang di KBS dan ISN. Saya juga berterima kasih kepada pelatih saya, Datuk Misben Sidek, serta Datuk Tey Seu Bock,” katanya.

Lee didiagnosa kanker hidung pada Juli 2018. Sempat menjalani perawatan di Taiwan, Lee sempat mengutarakan tak akan pensiun dan menegaskan bakal berlaga di Olimpiade Tokyo 2020.

Chong Wei kembali berlatih pada awal Januari lalu dan menargetkan kembali berlaga di All-England, Maret lalu dan Malaysia Terbuka di April. Namun, kenyataannya pemain kelahiran Perak itu harus absen.

Sepanjang kariernya dia telah meraih 69 gelar. Namun, sang pemain selalu gagal meraih medali emas di Olimpiade, dengan hanya meraih medali perak di tiga gelaran, Beijing 2008, London 2012 dan Rio de Janeiro 2016.

Lee juga tak pernah bisa menjadi juara dunia. Keputusannya untuk gantung raket, jelas membuat para pencinta bulu tangkis tak bisa lagi menyaksikan permainan bola-bola pendek dekat net yang dikombinasikan dengan smash silang andalannya.


Editor : Haryo Jati Waseso