Absen Latihan, Neymar Tak Dapat Bonus dari PSG

Fitradian Dhimas Kurniawan ยท Jumat, 12 Juli 2019 - 10:52 WIB
Absen Latihan, Neymar Tak Dapat Bonus dari PSG

Penyerang PSG Neymar. (Foto: AFP)

PARIS, iNews.id - Paris Saint-Germain (PSG) berencana tak memberikan bonus kepada Neymar Jr pada bulan ini. Hal itu dilakukan setelah sang pemain memutuskan mangkir dari latihan perdana tim, Senin (8/7/2019) waktu setempat.

Seperti dikabarkan Marca, PSG setiap bulannya memberikan Neymar tambahan pendapatan sebesar 375 ribu euro atau Rp5,9 miliar per bulan, sebagai bonus kelakuan baik. Tetapi untuk bulan ini, pihak Les Parisiens memutuskan menyalurkan uang tersebut ke yayasan milik PSG.

PSG mengambil langkah itu, karena memang hukum Prancis tak memperkenankan gaji seorang pegawai dipotong denda. Oleh sebab itu, banyak klub Prancis yang memberikan bonus kelakuan baik. Dalam hal ini, PSG memilih untuk tak memberikan bonus itu kepada Neymar.

Pemain berpaspor Brasil itu memang kerap bertingkah selama beberapa bulan terakhir. Tidak hanya mangkir latihan, musim lalu dia terlibat sejumlah aksi kontroversial.

Sebelumnya Neymar mendapat sanksi dari UEFA berupa larangan bermain pada 3 pertandingan Liga Champions. Hukuman itu didapat akibat menghina wasit saat timnya kalah 1-3 dari Manchester United (MU) pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Maret lalu.  
 
Kemudian pemain berusia 27 tahun itu memarahi salah satu fans yang merekam dirinya kala PSG menghadapi Rennes pada babak final Piala Prancis. Saat itu, Les Parisiens kalah 5-6 dalam adu penalti setelah perpanjangan waktu skor tetap 2-2.

Pada saat prosesi penerimaan medali melewati kerumunan fans, dia terlihat tidak senang dan melayangkan tinju ke arah fans tersebut. Belum lagi tuduhan pemerkosaan yang ditujukan kepadanya beberapa waktu yang lalu.

Selain itu, Neymar juga sempat mengungkapkan keinginannya untuk hengkang dari PSG. Meski disebut bakal kembali ke Barcelona, hingga saat ini hal itu tak terealisasi dan pemain tim nasional Brasil itu disinyalir merasa kesal dengan perkembangan situasi saat ini.


Editor : Haryo Jati Waseso