Bantah Tuduhan Oezil, Loew: Saya Pastikan Tak Ada Rasisme di DFB

Abdul Haris ยท Kamis, 30 Agustus 2018 - 14:20 WIB
Bantah Tuduhan Oezil, Loew: Saya Pastikan Tak Ada Rasisme di DFB

Joachim Loew (Foto: Daily Mail)

MUNICH, iNews.id – Pelatih Tim Nasional Jerman Joachim Loew mengkritik keputusan Mesut Oezil yang menolak panggilannya setelah menyatakan pensiun selepas Piala Dunia 2018. Playmaker Arsenal berdarah Turki itu menyatakan gantung sepatu dari membela negaranya karena menuding telah diperlakukan diskriminatif oleh Federasi Sepak Bola Jerman (DFB).

Awal kisruh itu terjadi setelah Oezil dan rekannya, gelandang Manchester City Ilkay Gundogan yang juga berdarah Turki, berfoto bersama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Karena foto dengan Erdogan, Oezil dikritik DFB.


Foto itu mengundang kritik dari DFB. Kemudian, Oezil meresponsnya dengan menuduh DFB bersikap rasis kepadanya.

“Penasihat Mesut memanggil saya untuk memberitahu saya bahwa Mesut akan mengeluarkan pernyataan itu. Pemain itu sendiri tidak memanggil saya, yang biasanya pemain lainnya lakukan sebelumnya,” ujar Loew, dikutip Daily Mail.  

“Mesut masih belum menelepon saya dan selama dua pekan terakhir saya tidak berhasil mencoba menghubunginya. Dia telah memilih jalan ini. Saya harus menerima itu,” tuturnya.

Sang arsitek pun menepis adanya tuduhan rasisme yang dilayangkan Oezil kepada DFB.

“Mesut membuat tuduhan rasisme, tetapi saya dapat dengan jelas mengatakan, di DFB tidak pernah ada komentar rasis. Pemain dengan latar belakang imigran selalu menikmati bermain untuk kami dan tidak ada yang berubah,” ucapnya.

Bukan hanya DFB yang mengkritik Oezil karena bertemu Erdogan, beberapa politisi di Jerman juga mempertanyakan loyalitas sang gelandang kepada timnas. Kondisi ini membuat mantan pilar Real Madrid itu murka dan menyerang Presiden DFB Reinhard Grindel.

“Di mata Grindel dan para pendukungnya, saya orang Jerman ketika kami menang, tetapi seorang imigran ketika kami kalah. Saya tidak akan lagi berdiri untuk menjadi kambing hitam,” Oezil mengungkapkan.


Editor : Abdul Haris