Dihantui Memori Kelam Piala Super Eropa, Lampard: Itu Memotivasi Saya

Reynaldi Hermawan ยท Rabu, 14 Agustus 2019 - 19:23 WIB
Dihantui Memori Kelam Piala Super Eropa, Lampard: Itu Memotivasi Saya

Pelatih Chelsea Frank Lampard. (Foto: Ozan KOSE/AFP)

ISTANBUL, iNews.id – Pelatih Chelsea Frank Lampard dihantui memori kelam jelang jumpa Liverpool pada Piala Super Eropa 2019 di Vodafone Park, Kamis (15/8/2019) dini hari WIB. Tapi, dia memastikan hal tersebut tak akan membuatnya ciut nyali, melainkan menambah motivasi.

Pria 41 tahun itu merupakan gelandang legendaris The Blues mengingat dia pernah mengabdi Stamford Bridge pada periode 2001 hingga 2014. Selama kiprahnya, Lampard pernah dua kali memperkuat Chelsea di Piala Super Eropa, yaitu di edisi 2012 dan 2013.

Pada 2012, klub milik Roman Abramovich itu berhak mentas di sana karena berstatus juara Liga Champions. Sedangkan setahun berikutnya, sebagai kampiun Liga Europa. 

Dalam dua kesempatan tersebut, Lampard ditunjuk sebagai kapten. Apesnya, pesepak bola yang menimba ilmu bersama West Ham United itu gagal mempersembahkan titel. Edisi 2012, Chelsea yang diasuh Roberto Di Matteo, kandas 1-4 dari Atletico Madrid.

Setahun berselang, Chelsea arahan Jose Mourinho kalah adu penalti 4-5 dari raksasa Bundesliga Bayern Muenchen. Babak tos-tosan terpaksa dilakukan, setelah kedua tim bermain imbang 2-2 hingga babak tambahan. 

Dua kegagalan tersebut hingga kini masih membekas di benak Lampard. Namun, dia tak ingin terus-terusan meratap dan berusaha sekuat mungkin menebus dosa dengan membawa Chelsea juara Piala Super Eropa sebagai pelatih.

“Setelah menang di Liga Champions 2012, kami merasa sangat percaya diri. Kami kaget bisa kalah telak dari Atletico di Piala Super Eropa. Melawan Bayern di tahun berikutnya, kami menampilkan kinerja yang sangat baik. Tapi mereka mencetak gol di saat-saat terakhir dan kemudian kami kalah dalam adu penalti,” kata Lampard di laman UEFA.

“Jadi saya punya dua contoh hebat dari permainan yang sangat penting. Itu membuat Anda lebih bertekad untuk memenangkannya. Kami harus benar-benar siap. Ini piala yang sangat ingin dimenangkan klub. Saya tidak pernah memenangkannya. Begitu pula banyak pemain kami. Jadi kami harus memberikan segalanya,” ujarnya.

Bagi Lampard, trofi Piala Super Eropa sekaligus bakal menjawab kritik yang menghujaninya usai N’Golo Kante dan kolega dibantai 0-4 dari Manchester United pada pekan perdana Premier League, Minggu (11/8/2019).


Editor : Haryo Jati Waseso