Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia

Diminta Tinggalkan Kursi Pelatih Timnas Indonesia, Ini Kata McMenemy

Reynaldi Hermawan ยท Rabu, 16 Oktober 2019 - 11:21 WIB
Diminta Tinggalkan Kursi Pelatih Timnas Indonesia, Ini Kata McMenemy

Pelatih Timnas Indonesia Simon McMenemy. (Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)

BALI, iNews.id – Pelatih Timnas Indonesia Simon McMenemy tak mau ambil pusing mendengar desakan suporter yang memintanya segera meninggalkan kursi kepelatihan. Dia mengatakan, merosotnya performa tim bukan semata-mata karena faktor pelatih.

Kekecewaan fans Timnas Indonesia kepada McMenemy memang sudah mengudara ke publik belakangan ini. Namun puncaknya, terjadi saat Evan Dimas dan kolega kalah 1-3 dari Vietnam pada laga lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia Grup G di Stadion I Wayan Dipta, Selasa (15/10/2019).

Itu merupakan kekelahan keempat secara beruntun di kualifikasi. Sepanjang babak pertama hingga berakhirnya pertandingan, teriakan Simon Out menggema di tribune Stadion I Wayan Dipta.

Suara serupa juga terdengar hingga ruangan saat konferensi pers berlangsung. Dimintai tanggapan, McMenemy mengaku santai dengan tuntutan yang ada.

“Saya tidak peduli dengan orang-orang yang berteriak (Simon Out) di luar. Sebab, kalau kita cuma berharap hasil-hasil saja tanpa ada usaha, itu akan sulit. Di sini kita harus ingat, pada kualifikasi Piala Dunia sebelumnya kita di-banned,” kata McMenemy di laman PSSI.

“Sekarang bagaimana kita bisa punya ekspektasi untuk bermain di ajang sekelas Piala Dunia. Kita harus ingat bahwa bukan hanya di dalam harus fokus, tetapi juga di luar lapangan,” ujarnya.

Juru taktik asal Skotlandia itu juga prihatin dengan sikap suporter Timnas Indonesia yang kurang dewasa mengambil sikap. Dia juga menyinggung masalah kerusuhan suporter saat menjamu Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 5 September lalu.

“Bagaimana kita mau lolos ke Piala Dunia ketika ada suporter yang menaruh banner tidak sopan dalam pertandingan. Pada pertandingan pertama lawan Malaysia, mereka masuk ke lapangan dan melakukan intimidasi kepada suporter lawan,” tuturnya.

“Itu seharusnya tidak terjadi. Kalau ingin lolos ke Piala Dunia, kita bersama harus melawan hambatan-hambatan yang ada. Salah satu yang harus diperbaiki lagi adalah jadwal liga,” kata dia.

Saat ini, Tim Garuda terpuruk di dasar klasemen Grup G tanpa nilai. Kans Timnas Indonesia untuk melaju ke babak kualifikasi berikutnya memang belum tertutup, tapi terbilang sangat berat.

Pasalnya, pasukan McMenemy hanya punya satu kesempatan lagi bermain di kandang, yakni melawan Uni Emirat Arab, 31 Maret 2020. Sementara sisanya, mereka harus bermain tandang ke markas Malaysia (19 November), Thailand (26 Maret 2020) dan Vietnam (4 Juni 2020).


Editor : Haryo Jati Waseso