Dituntut Mundur dari Timnas Indonesia, Ini Jawaban Simon McMenemy

Abdul Haris ยท Rabu, 11 September 2019 - 16:00 WIB
Dituntut Mundur dari Timnas Indonesia, Ini Jawaban Simon McMenemy

Simon McMenemy (Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak)

JAKARTA, iNews.id – Desakan agar Pelatih Timnas Indonesia Simon McMenemy mundur terus digemakan para suporter Tim Garuda. Maklum, para suporter kecewa setelah Evan Dimas dkk kembali kalah di kandang sendiri dengan skor telak 0-3 saat menjamu Thailand pada laga kedua Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa (10/9/2019) malam.

Itu menjadi kekalahan kedua beruntun pasukan McMenemy pada ajang tersebut setelah sebelumnya kandas 2-3 dari Malaysia di tempat yang sama, Kamis (5/9/2019). Dua kekalahan tersebut membuat Tim Garuda terpelosok ke dasar klasemen Grup G tanpa poin.  

Harapan untuk membuka jalan menuju putaran ketiga pun semakin berat. Sebab, kini Indonesia hanya menyisakan dua laga kandang lagi menjamu Vietnam, 15 Oktober mendatang, dan menerima kehadiran Uni Emirat Arab, 31 Maret tahun depan.

Bukan hanya kekalahan yang membuat para suporter murka, melainkan juga penampilan Timnas yang jauh dari harapan.

Sontak, teriakan Simon Out menggema di SUGBK di sela-sela laga kontra Thailand, kemarin. Bukan itu saja, tagar #SimonOut juga semakin menjejali dunia maya di tanah air.

Merespons tuntutan tersebut, McMenemy bergeming. Dia merasa yakin dirinya bisa membangun Tim Garuda asal diberi waktu.

“Tentu, saya masih layak (memimpin Timnas Indonesia). Kecewa, pasti. Semua orang punya opini. Para suporter pun tentu punya opininya sendiri,” tuturnya usai pertandingan kontra Thailand.

Menurut arsitek asal Skotlandia itu, hal ini biasa terjadi dalam sepak bola. Bahkan, dia sudah memperkirakannya.  “Yang membuat saya khawatir adalah reputasi dan ekspektasi di luar,” ucapnya.

Sang arsitek juga mengeluhkan teriakan para suporter yang mencemooh para pemain Tim Garuda saat sudah kebobolan tiga gol. Menurutnya, kondisi itu sangat tidak mengenakkan buat tim.

“Kita tahu kita main kandang. Saya agak sedikit kaget ada cemoohan dari para suporter kepada para pemain, padahal mereka sudah berjuang memberi perlawanan maksimal,” tuturnya.

“Ekspektasi di luar terkadang tidak realistis. Jangan lupa kita bermain menghadapi salah satu pemain terbaik yang bermain di Liga Jepang. Jangan lupa liga di Indonesia masih paruh musim dengan jadwal yang sangat padat,” ucapnya.


Editor : Abdul Haris