Dukungan Evra untuk Ferguson Tak Sebatas di Media Sosial

Reynaldi Hermawan · Senin, 07 Mei 2018 - 19:17:00 WIB
Dukungan Evra untuk Ferguson Tak Sebatas di Media Sosial
Patrice Evra dan Sir Alex Ferguson saling berpelukan merayakan kemenangan saat masih bersama di Manchester United. (Foto: AFP)

MANCHESTER, iNews.id - Mantan bek Manchester United (MU) Patrice Evra tak memberi dukungan di media sosial kepada mantan pelatihnya, Sir Alex Ferguson yang tengah dirawat di rumah sakit akibat pedarahan otak. Bukannya tak simpati, Evra memiliki alasan tersendiri atas sikapnya tersebut.

Evra dan Ferguson pernah bekerja sama di Old Trafford dari 2006 hingga 2013. Keduanya berperan dalam memberikan MU lima trofi Premier League dan Community Shield, tiga Piala Liga Inggris, serta satu gelar Liga Champions dan Piala Dunia Antarklub.

Kenangan manis tersebut membuatnya sedih, mendengar kabar Ferguson terbaring lemah di Rumah Sakit Salford Royal. Tak seperti orang lain yang memberikan dukungan lewat Twitter, pemain yang kini berseragam West Ham United itu memiliki cara sendiri menunjukkan rasa pedulinya.

“Saya membaca banyak tweet mengenai Sir Alex seakan-akan dia sudah meninggal. Tapi dia seorang pejuang. Banyak orang bertanya mengapa saya tak memberi dukungan di Twitter. Saya sangat beruntung memiliki nomor handphone-nya dan tidak perlu mengunggah apa pun di media sosial,” kata Evra di akun Twitter pribadinya @Evra.

Rasa simpati Evra yang lebih intim tersebut mendapat respek dari salah satu penggemar The Red Devils dengan akun @muftymufty15. “Luar biasa Patrice. Itu hal terbaik yang bisa dilakukan. Kami semua bersama dia (Ferguson). Pelatih yang luar biasa!” demikian bunyi cuitan fans MU tersebut.

Ferguson dilarikan ke rumah sakit pada Sabtu (5/5/2018). Awalnya pria yang akrab disapa Sir Alex itu dibawa ke Rumah Sakit Macclesfield District Hospital. Namun, kondisinya yang kian memburuk, membuat Ferguson dirujuk ke Rumah Sakit Salford Royal.

Pria berusia 76 tahun itu akhirnya harus menjalani operasi. Laman resmi MU mengungkapkan operasi mantan pelatih tim nasional Skotlandia itu berjalan sukses, namun dia harus dirawat intensif untuk memaksimalkan pemulihan.

Editor : Achmad Syukron Fadillah