Emosional di Final Copa America, Gabriel Jesus Dilarang Bermain 2 Bulan

Fitradian Dhimas Kurniawan ยท Kamis, 08 Agustus 2019 - 10:11:00 WIB
Emosional di Final Copa America, Gabriel Jesus Dilarang Bermain 2 Bulan
Penyerang timnas Brasil Gabriel Jesus dikartu merah wasit saat timnya menang 2-0 atas Peru di final Copa America, Senin (8/7/2019). (Foto: AFP)

RIO DE JANEIRO, iNews.id - Penggawa tim nasioal Brasil Gabriel Jesus mendapat hukuman larangan bermain selama dua bulan dari Federasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL). Hal itu merupakan imbas dari ulahnya yang berlebihan saat dikartu merah ketika Brasil menjuarai Copa America, Juli lalu.

Seperti dikabarkan Sky Sports, Jesus juga mendapat denda sebesar 30 ribu dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp426 juta. Dengan begitu, dia tak akan bisa membela Canarinha pada laga uji coba, September mendatang.

Hukuman yang diterima Jesus itu merupakan akibat prilakunya di babak final Copa America. Saat itu, Brasil berhasil menaklukkan Peru dengan skor 3-1, tetapi Jesus harus meninggalkan lapangan, usai mendapat dua kartu kuning di babak kedua.

Tidak terima diusir, pemain berusia 22 tahun itu melancarkan protes. Tetapi, wasit tak menggubrisnya. Hal itu tentunya membuat Jesus merasa kecewa dan menitikkan air mata. 
 
Diliputi perasaan kesal, Jesus kemudian melampiaskan kemarahannya dengan melayangkan tinju ke udara. Selain itu, Jesus juga mendorong tempat penyimpanan Video Assistan Referee (VAR). Beruntung, petugas lekas menangkap kotak VAR yang hampir terjatuh setelah didorong oleh Jesus itu. 

Seusai pertandingan, penggawa Manchester City itu sempat mengakui aksinya tersebut berlebihan dan seharusnya bisa dihindari. Dia juga sudah meminta maaf secara terbuka.

Hanya saja, pihak CONMEBOL tidak puas terhadap permohonan maaf Jesus, dan tetap memberikannya hukuman. Dengan kejadian ini, Jesus menjadi pemain kedua yang mendapat larangan membela tim nasional, setelah Lionel Messi menerima sanksi serupa selama tiga bulan, akibat mengkritik keras federasi tertinggi sepak bola Amerika Selatan itu.

Editor : Haryo Jati Waseso