Fakta, Brasil Juara Dunia Setiap Argentina Tersingkir di Fase Grup

Reynaldi Hermawan ยท Jumat, 22 Juni 2018 - 17:19 WIB
Fakta, Brasil Juara Dunia Setiap Argentina Tersingkir di Fase Grup

Brasil sukses meraih trofi Piala Dunia 2002. (Foto: Pinterest)

NIZHNY NOVGOROD, iNews.id – Tim nasional Argentina hampir tersingkir dari Piala Dunia 2018 Rusia. Kondisi tersebut didapat, setelah La Albiceleste kalah 0-3 dari Kroasia pada lanjutan Grup D di Stadion Nizhny Novgorod, Jumat (22/6/2018) dini hari WIB.

Kini Lionel Messi dkk tertahan di peringkat ketiga klasemen dengan nilai satu. Poin yang mereka kumpulkan sama dengan Islandia di tangga kedua yang masih punya satu laga lebih banyak. Sedangkan Kroasia kokoh di singgasana klasemen dengan enam angka dan sudah dipastikan lolos ke fase gugur.

Untuk bisa lolos ke babak 16 Besar, nasib Argentina kini tergantung performa Islandia. Jika tim besutan Heimir Hallgrimsson itu bisa menyapu bersih dua laga sisa dengan hasil positif, maka sudah dipastikan La Albiceleste harus angkat koper dari Rusia.

Saat ini, yang bisa dilakukan Argentina hanyalah mendulang poin penuh di laga pamungkas grup melawan Nigeria sambil menggantungkan nasib kepada Islandia. Namun jika Argentina gagal lolos ke babak 16 Besar tentu akan membuat rival abadi Brasil sedikit tersenyum.

Sebab bila menilik sejarah, Tim Samba selalu berhasil menjadi juara Piala Dunia tiap kali Argentina tersingkir prematur di fase grup. Sepanjang sejarah Argentina sudah tiga kali gagal lolos ke fase gugur pada 1958, 1962, dan 2002. Uniknya disaat yang bersamaan, Brasil dinobatkan sebagai juara dunia. Berikut ulasan selengkapnya.


Piala Dunia 1958 di Swedia

Saat itu Piala Dunia hanya diikuti 16 tim. Argentina masuk di Grup 1 bersama Jerman Barat, Irlandia Utara dan Cekoslowakia. La Albiceleste yang saat itu diperkuat Alfredo Rojas gagal menunjukkan taji. Mereka tersingkir dari fase grup akibat finis di dasar klasemen akibat memetik dua kekalahan dan satu kemenangan.

Nasib mereka berbanding terbalik dengan Brasil yang tergabung di Grup 4 bersama Uni Soviet Inggris dan Austria. Dengan mental juara, Tim Samba sukses lolos ke babak selanjutnya dengan berstatus juara grup hasil dua kemenangan dan satu imbang.

Di perempat final, Brasil sukses mengalahkan Wales 1-0 berkat sumbangan satu gol Pele yang saat itu masih remaja. Kemudian di semifinal, Tim Samba menang meyakinkan 5-2. Skor yang sama juga berhasil diciptakan Brasil di partai puncak melawan tuan rumah Swedia.


Piala Dunia 1962 Cile

Kala itu Piala Dunia masih diikuti 16 tim. Argentina berada di Grup 4 bersama Inggris, Hungaria dan Bulgaria. Namun mereka gagal ke fase 16 Besar akibat hanya finis di posisi ketiga klasemen dengan nilai tiga. Sebenarnya poin yang mereka kumpulkan sama dengan Inggris di tangga kedua namun kalah selisih gol.

Sementara Brasil yang dipimpin Mario Zagallo berada di Grup 3 bersama Cekoslowakia, Spanyol dan Meksiko. Tanpa kesulitan, mereka berhasil melaju ke babak selanjutnya dengan berstatus juara grup.

Di perempat final, Brasil mengalahkan Inggris 3-1. Kemudian di semifinal, Tim Samba sukses membungkam tuan rumah Cile dengan skor 4-2. Terakhir di partai pamungkas, Zagallo dkk mengahncurkan Cekoslowakia 3-1.


Piala Dunia 2002 Korea Selatan dan Jepang

Saat itu Piala Dunia sudah diikuti 32 tim dan penamaan grup sudah memakai sistem huruf. Argentina berada di Grup F bersama Swedia, Inggris, dan Nigeria. Sayang La Albiceleste yang diperkuat Gabriel Batistuta gagal berbicara banyak. Mereka tersingkir di fase grup akibat finis di posisi ketiga hasil memetik satu kemenangan, imbang dan kalah.

Langkah Argentina sangat berbanding terbalik dengan Brasil yang tergabung di Grup C bersama Turki, China dan Kosta Rika. Trio Ronaldo, Rivaldo dan Ronaldinho kala itu sukses membawa Brasil lolos ke fase gugur berbekal nilai sembilan dari tiga laga.

Di babak 16 Besar, Tim Samba mengalahkan Belgia 2-0 kemudian menaklukkan Inggris 2-1 di perempat final. Di semifinal, Brasil menang tipis 1-0 atas Turki. Lalu di final, Ronaldo berhasil mencetak dua gol dalam kemenangan 2-0 atas Jerman dan membawa trofi Piala Dunia kelima ke Rio de Janeiro.

Editor : Abdul Haris