Uji Coba Internasional

Gembira Pecundangi Jerman, Silva: Brasil Pantas Dihormati

Reynaldi Hermawan ยท Rabu, 28 Maret 2018 - 14:14 WIB
Gembira Pecundangi Jerman, Silva: Brasil Pantas Dihormati

Para pemain Brasil merayakan kemenangan 1-0 atas Jerman pada uji coba di Olympiastadion, Berlin, Rabu (28/3/2018) dini hari WIB. (Foto: Daily Mail)

BERLIN, iNews.id – Defender tim nasional Brasil Thiago Silva gembira usai membawa timnya menang 1-0 atas Jerman pada uji coba di Olympiastadion, Berlin, Rabu (28/3/2018) dini hari WIB.

Ya, Silva merasa puas karena bisa menuntaskan dendam kekalahan memalukan 1-7 pada Piala Dunia 2014 di rumah sendiri. Defender Paris Saint-Germain itu merasa kemenangan pada laga tadi bisa mengobati luka lama yang benar-benar membuat seluruh masyarakat Brasil sakit hati.

Gabriel Jesus menjadi pahlawan kemenangan Brasil usai tandukannya pada menit ke-37 sukses mengoyak gawang Jerman yang dijaga Kevin Trapp. Berusaha ingin menyamakan kedudukan, Der Panzer menaikkan intensitas serangan. Namun, usaha pasukan Joechim Loew tak menuai hasil hingga peluit panjang dibunyikan.

“Dengan segala hormat kepada Jerman, kaos (Brasil) ini layak mendapat lebih banyak rasa hormat. Kami senang telah meraih hasil positif melawan tim yang sangat hebat,” kata Silva dengan nada gembira dikutip Soccerway.

Mantan penggawa AC Milan itu merasa Brasil saat ini sudah kembali menemukan jati diri sebagai tim tangguh di dunia. Walau begitu dia tetap tak ingin jemawa dengan raihan positif tersebut. Sebab Silva menyadari kemenangan pada laga uji coba tak menentukan apa pun.

“Kami berada di jalan yang benar untuk meraih kemenangan. Selain itu, kami rendah hati dan disiplin, serta menunjukkan sesuatu yang spesial malam ini. Ini berarti gaya sepak bola kami semakin mantap, seperti yang sudah menjadi ciri khas Brasil sejak dulu,” tutur Silva.

Sementara Jesus mengaku sangat bangga setelah satu golnya bisa membantu Brasil membalaskan dendam kepada Jerman. Dia juga senang karena bisa menggantikan tugas Neymar Jr yang cedera metatarsal, sebagai penggedor pertahanan lawan.

“Bukan hanya sekadar mencetak gol, saya juga senang dengan komitmen yang dimiliki. Saya selalu memiliki keinginan untuk menang, dan menjadi pria yang selalu bisa membantu tim. Saya benar-benar senang melakukan hal itu,” ujar striker Manchester City itu.

Kemenangan itu juga sekaligus mengakhiri rangkaian capaian tidak terkalahkan Jerman pada 22 pertandingan di semua kompetisi. Padahal juara dunia empat kali itu hanya perlu satu hasil positif untuk menyamai rekor mereka pada 1978-1981. Sebelumnya, Brasil juga pernah mengacaukan tren tidak pernah kalah 22 laga Der Panzer pada 1998.


Editor : Abdul Haris