Liga Champions

Guardiola Gunakan Strategi Unik, Zidane Tak Akan Tinggal Diam

Reynaldi Hermawan ยท Kamis, 27 Februari 2020 - 13:46 WIB
Guardiola Gunakan Strategi Unik, Zidane Tak Akan Tinggal Diam

Pep Guardiola dan Zinedine Zidane (Foto: Goal)

MADRID, iNews.id – Pelatih Manchester City, Pep Guardiola menerapkan strategi berbeda saat timnya menghadapi Real Madrid di leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Kamis (27/2/2020) dini hari WIB. Di laga itu, Guardiola memasang formasi 4-4-1-1 tanpa melibatkan sang ujung tombak, Sergio Aguero.

Guardiola menugaskan Bernardo Silva sebagai penyerang tunggal. Sementara Gabriel Jesus yang biasa berperan menjadi striker ditempatkan di sayap kiri. Sedangkan Kevin De Bruyne memainkan peran false nine.

Strategi itu membuahkan hasil manis. Sempat tertinggal, City sukses membalikkan keunggulan 2-1.

Namun Guardiola tak akan menerapkan strategi serupa saat hadapi leg kedua di Etihad Stadium, Rabu (18/3/2020). Sebab pelatih Madrid, Zinedine Zidane pasti sudah mempelajari strategi 4-4-1-1.

“Saya cukup yakin Zidane dan orang-orangnya akan melihat apa yang telah kami lakukan. Leg kedua bakal berbeda. Kami harus berhati-hati dan waspada dengan apa yang dia coba lakukan. Kami harus beradaptasi dengan cepat dan mencoba kembali memenangkan pertandingan,” kata Guardiola kepada BT Sport.

Di sisi lain, De Bruyne mengaku tak terkejut dengan strategi anyar sang pelatih. Pemain asal Belgia itu justru menikmati posisinya dan berhasil menyabet gelar man of the match.

“Saya pikir dalam empat tahun bersama Pep, kadang-kadang ada beberapa kejutan. Para pemain tidak benar-benar tahu apa yang harus dilakukan sampai pertandingan dimulai. Kami punya momen yang sedikit dalam pertandingan hebat ini. Tapi kami sudah berjuang dengan sangat baik,” ujar De Bruyne.

Hal senada diungkapkan Gabriel Jesus. Pemuda asal Brasil berusia 22 tahun itu tak keberatan diletakkan di posisi mana pun selama hal tersebut bisa membantu The Citizens meraih kemenangan.

“Saya dapat mengingat waktu bermain di Palmeiras, ketika belajar di akademi. Saya bermain seperti pemain sayap sebelum menjelema sebagai striker. Saya pergi ke lapangan untuk membantu rekan satu tim. Jadi posisi bukan masalah selama bisa mencetak gol dan membantu tim menang,” tuturnya.

Editor : Bagusthira Evan Pratama