Kasus Perusakan Dokumen, Satgas Selidiki Keterlibatan Persija

Irfan Ma'ruf ยท Selasa, 12 Februari 2019 - 19:49 WIB
Kasus Perusakan Dokumen, Satgas Selidiki Keterlibatan Persija

Satgas Anti-Mafia Bola bersiap melakukan penggeledahan di kantor PT Liga Indonesia di kawasan Rasuna Said, Jakarta, Jumat (1/2/2019). (Foto: ANTARA/Dhemas Reviyanto)

JAKARTA, iNews.id – Satuan tugas (Satgas) Anti-Mafia Bola terus mengembangkan kasus dugaan perusakan atau pencurian barang bukti di Kantor Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, Rasuna Office Park D0-07, Jakarta Selatan, Jumat (1/2/2019). Polisi masih mendalami ada atau tidaknya kaitan dengan manajemen Persija.

"Ke arah situ (manajemen Persija) ya penyidikan masih butuh pendalaman yang komprehensif dalam hal pidana ini,” kata Karopenmas Humas Mabes Polri, Brigjen Pol. Dedy Prasetyo di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta Selatan, Selasa (12/2/2019).

Lebih lanjut dia mengatakan, setelah pihaknya melakukan pendalaman kepada tiga tersangka tersebut, kemudian baru akan menindaklanjuti hal lainnya.

"Kalau itu sudah jelas, nanti ada perlu penambahan penyitaan barang bukti untuk penguatan pemeriksaan, dan tidak menutup kemungkinan akan ke pelaku-pelaku lain,” Dedy menjelaskan.

Sebelumnya, ketiga tersangka di antaranya Muhammad MM alias Dani, Musmuliadi alias Mus, dan Abdul Gofur diketahui mencuri dan merusak CCTV beserta Digital Video Recorder (DVR) dan beberapa peralatan lainnya.

Aksi para tersangka itu terjadi pada, Jumat (1/2/2019) malam. Mereka memaksa masuk ke dalam kantor itu dengan cara menerobos police line (garis polisi) dan merusak pintu kaca.

"Sekitar tanggal 1 Februari malam hari, ketiga tersangka tersebut masuk ke dalam dengan merusak pintu,” ujar Dedi.

Kemudian, Satgas Anti-Mafia Bola menetapkan tiga pelaku tersebut sebagai tersangka terkait tindak pidana perusakan barang bukti.

Ketiga tersangka tak dilakukan penahanan dengan alasan pertimbangan tertentu. Meski demikian, ketiganya tetap dijerat dengan Pasal 363 dan atau pasal 235 KUHP dan atau Pasal 233 KUHP dan atau Pasal 232 KUHP dan atau Pasal 221 KUHP jo Pasal 55 KUHP.


Editor : Abdul Haris