Kecewa dengan Presiden Federasi Sepak Bola Prancis, Benzema Ingin Bela Negara Lain

Reynaldi Hermawan ยท Senin, 18 November 2019 - 00:42 WIB
Kecewa dengan Presiden Federasi Sepak Bola Prancis, Benzema Ingin Bela Negara Lain

Penyerang Real Madrid Karim Benzema. (Foto: PIERRE-PHILIPPE MARCOU/AFP)

HONG KONG, iNews.id – Striker Real Madrid Karim Benzema kecewa dengan pernyataan Presiden Federasi Sepak Bola Prancis (FFF), Noel Le Graet. Imbasnya, dia minta diizinkan untuk memperkuat negara lain.

Nama Benzema dicoret dari skuat Les Bleus sejak Desember 2015. Dia dipinggirkan karena keterlibatannya dalam kasus pemerasan terkait skandal rekaman seks kompatriotnya, Mathieu Valbuena.

Tapi belakangan ini, banyak pihak menilai kalau mantan penyerang Olympique Lyon itu pantas kembali memperkuat Prancis berkat performa apiknya bersama Madrid. Di La Liga, dia menjadi pemain tersubur musim ini dengan koleksi 9 gol.

Sayangnya, Le Graet tak merestui wacana tersebut. Dia mengatakan dengan tegas kalau masa depan Benzema di Prancis sudah berakhir. Hal itu disampaikannya saat diwawancarai RMC Sport.

“Bagi saya, Benzema pemain yang sangat bagus. Saya tidak pernah mengkritik kualitasnya. Tahun ini di Madrid, dia salah satu pemain terbaik di posisinya. Tapi petualangannya dengan Prancis sudah berakhir,” kata Le Graet.

Telinga Bezema panas mendengar ucapan tersebut. Dia tak terima kalau dibilang kiprahnya bersama Prancis sudah tutup buku. Mesin gol berusia 31 tahun itu pun membalasnya di akun Twitter.

“Noel, saya pikir Anda tidak bisa mempengaruhi keputusan Pelatih Timnas Prancis (Didider Deschamps).  Ketahuilah, saya sendiri yang berhak memutuskan kapan karier internasional saya berakhir. Jika Anda berpikir bahwa saya sudah selesai dengan Prancis, biarkan saya bermain untuk negara lain dan kita akan lihat,” cuit Benzema.

Benzema memang memiliki darah Aljazair dari orang tuanya. Namun sesuai regulasi yang dietatapkan FIFA, dia tidak bisa berpindah negara mengingat dirinya sudah memperkuat Prancis 81 kali dan mencetak 27 gol.


Editor : Haryo Jati Waseso