Mauricio Pochettino Tunggu Tawaran Klub Premier League

Reynaldi Hermawan ยท Rabu, 12 Februari 2020 - 19:00 WIB
Mauricio Pochettino Tunggu Tawaran Klub Premier League

Mauricio Pochettino. (Foto: Sky Sports)

LONDON, iNews.idMauricio Pochettino mengakui rindu mencari nafkah di Premier League. Dia hingga kini menantikan proposal tawaran dari klub-klub liga kasta teratas Inggris datang ke meja kerjanya.

Pochettino dua kali menangani Klub Premier League yakni Suthampton pada 2013-2014 dan Tottenham Hotspur 2014-2019. Tapi kisahnya yang paling mengesankan yakni saat menangani The Lilywhites.

Juru taktik asal Argentina itu berhasil membawa Tottenham konsisten finis di posisi empat besar klasemen. Dia mampu mengembalikan Klub London Utara itu ke pentas Liga Champions setelah absen lima tahun.

Kegigihannya mengantarkan Harry Kane dan kawan-kawan menembus final Liga Champions untuk pertama kalinya sepanjang sejarah musim lalu. Sayang mereka gagal mencium trofi Si Kuping Besar lantaran kalah 0-2 dari Liverpool.

Kini Pochettino masih menganggur usai dipecat Tottenham pada November tahun lalu. Tapi dia tak menampik akan sangat girang jika kembali mendapat kesempatan melatih klub Premier League.

“Sejujurnya, saya akan senang bekerja di Premier League. Saya tahun ini akan sulit. Tapi saya masih menunggu dan kita akan lihat apa yang terjadi,” kata Pochettino melansir Sky Sports.

“Ini momen pemulihan. Saya punya kesempatan untuk sedikit memikirkan diri sendiri. Tapi saya harus bersiap-siap karena dalam sepak bola selalu ada yang bisa terjadi. Anda harus siap. Saya siap dan menunggu tantangan baru. Saya memiliki keyakinan kalau tantangan selanjutnya akan fantastis,” ujarnya.

Ada beberapa klub yang kabarnya meminati servisnya seperti Manchester United dan Atletico Madrid. Tapi Pochettino belum mau berkomentar banyak dan lebih menikmati kabar yang berseliweran di media.

“Saya memiliki Jesus Perez (asisten Pochettino di Tottenham). Dia yang mengikuti perkembangan. Tapi saya juga melihat rumor. Semua staf pelatih sadar ada desas-desus. Kami membiarkan semua kabar itu mengalir,” tuturnya.


Editor : Abdul Haris