Liga Inggris

Mengemudi Sambil Mabuk Berefek pada Cedera Lloris, Ini Penjelasannya

Reynaldi Hermawan ยท Jumat, 21 September 2018 - 16:04 WIB
Mengemudi Sambil Mabuk Berefek pada Cedera Lloris, Ini Penjelasannya

Kiper Tottenham Hotspur Hugo Lloris (Foto: Daily Express)

LONDON, iNews.id – Pelatih Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino mengungkapkan cedera otot paha yang diderita Hugo Lloris merupakan buah dari ulahnya mengemudi sambil mabuk, Jumat (24/9/2018) dini hari waktu setempat. Ujaran tersebut dibenarkan fisikawan Liverpool Mark Leather.

Kala itu, Lloris mengendarai mobil bersama satu penumpang lainnya dalam pengaruh alkohol dan berkendara terlalu lambat, 15km/jam pada zona 30km/jam di Glouster Place, Marylebone, London. Dia akhirnya diberhentikan seorang polisi yang tengah berpatroli dan langsung memprosesnya.

Akibatnya, Pengadilan Inggris menjatuhkan denda 50.000 poundsterling (Rp962 juta), serta larangan mengemudi selama 20 bulan kepada Lloris. Tiga hari berselang, dia dipercaya Pochettino bermain saat Tottenham menang 3-0 atas Manchester United di Old Trafford. Usai laga, otot paha Lloris robek dan membuat dirinya harus absen beberapa pekan.

Pochettino pun percaya kalau cederanya tersebut merupakan buntut dari insiden mabuk tersebut. Kemudian, Daily Mail berusaha meminta pendapat Leather tentang teori Pochettino dari segi ilmiah.

Leather mengungkapkan stres yang didapat Lloris karena insiden itu bisa mempengaruhi cedera otot. Pertama, keluar malam beberapa hari sebelum pertandingan akan mengurangi jatah tidurnya yang mengakibatkan kelelahan dan dehidrasi.

Jika lelah, keseimbangan, konsentrasi dan daya tahan tubuh akan berkurang. Klub-klub era modern memiliki teknologi untuk meengecek denyut jantung para pemainnya sebelum pertandingan. Sebelum melawan MU, Tottenham pasti menemukan hal aneh dalam diri Lloris, namun tetap memaksakan sang pemain untuk bermain.

Saat laga, Lloris memang berhasil membukukan clean shee, tapi dia harus bekerja keras menahan serangan dari penggawa Setan Merah. Dikutip Soccerway, penjaga gawang 31 tahun tersebut berhasil melakukan lima penyelamatan dari tembakan yang mengarah ke gawangnya.

Saat menahan serangan dari pemain MU, Lloris secara tidak sadar memaksa ototnya bekerja keras. Karena kurangnya daya tahan tubuh, hasilnya otot di pahanya pun mengalami masalah.

Setelah bentrok MU, Lloris harus absen pada tiga pertandingan Tottenham di semua ajang. Tanpa kehadirannya, The Lilywhites selalu kalah pada seluruh laga tersebut. Kini kiper Prancis itu diperkirakan masih akan terus berisitirahat selama enam pekan.

Editor : Haryo Jati Waseso