Pep Guardiola Enggan Jadi Pelatih di Usia Lanjut

Fitradian Dhimas Kurniawan ยท Minggu, 14 April 2019 - 23:08 WIB
Pep Guardiola Enggan Jadi Pelatih di Usia Lanjut

Pelatih Manchester City Pep Guardiola. (Foto: Adrian DENNIS / AFP)

LONDON, iNews.id - Pelatih Manchester City Pep Guardiola menegaskan dirinya tak akan melatih hingga ketika dirinya mencapai usia lanjut. Dia merasa tak memiliki kekuatan untuk terus melatih ketika dirinya semakin uzur.

Roy Hodgson yang kini menangani Crystal Palace tercatat sebagai pelatih tertua Premier League yang masih aktif dengan usia 71 tahun. Namun, Guardiola ternyata tak berpikir untuk menyamai koleganya tersebut.

Pelatih berkebangsaan Spanyol tersebut mengaku hanya akan berusaha untuk menikmati perannya sebagai pelatih hingga beberapa tahun ke depan.

“Rasanya saya tidak akan melatih hingga usia 71 tahun. Saya memang bercita-cita sebagai pelatih, tapi tidak sampai umur itu. Saya akan pensiun, tetapi masih akan menikmati posisi ini beberapa tahun lagi,” kata Guardiola dikutip Sky Sports.

Pelatih berusia 48 tahun itu yakin dirinya bakal membutuhkan lebih banyak tenaga bersamaan dengan bertambahnya umur. Dia tak mau menangani tim ketika kemampuan fisiknya mulai berkurang.

“Saya mencintai pekerjaan ini, tetapi rasanya bakal membutuhkan energi istimewa. Saya tak akan memiliki tenaga serta konsentrasi pada sesi latihan yang sama, ketika melatih di usia 71 tahun,” ujarnya.

Mantan pelatih Bayern Muenchen dan Barcelona itu menganggap pelatih generasi baru akan memiliki ide-ide anyar dalam mengolah timnya. Guadiola mengaku ingin menyaksikan peran dari pelatih muda di masa depan.

“Nantinya akan ada generasi baru dengan gagasan segar. Mereka harus bisa melakukannya dan saya akan bersantai menyaksikan sepak bola. Saya suka menyaksikannya dan tidak melatih,” tutur juru taktik asal Spanyol itu.

Guardiola mengaku tak mau bekerja sebagai CEO atau presiden klub, ketika karier melatihnya usai. Dia menganggap kedua posisi itu bakal menyita banyak waktu. Dengan berbagai gelar yang dimilikinya, Guardiola enggan harus belajar untuk menempati posisi yang lebih tinggi.

“Sebuah kesalahan besar jika merasa bisa melakukan hal lainnya setelah sukses melatih. Saya tidak mau menjadi CEO atau presiden, karena membutuhkan banyak persiapan. Saya tidak memiliki waktu dan tak menyukainya,” ucap Guardiola.


Editor : Haryo Jati Waseso