Liga 1

Persebaya Diimbangi Kalteng Putra, Djanur: Seri di Kandang Sama dengan Kalah

Antara ยท Rabu, 22 Mei 2019 - 12:45 WIB
Persebaya Diimbangi Kalteng Putra, Djanur: Seri di Kandang Sama dengan Kalah

Djadjang Nurdjaman (Foto: Persebaya)

SURABAYA, iNews.id – Pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman kecewa timnya imbang 1-1 saat menjamu Kalteng Putra pada pekan kedua Liga 1 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (21/5/2019) malam.

"Bagi kami, hasil seri di kandang sama dengan kalah," ujarnya usai pertandingan.

Persebaya unggul lebih dulu melalui Misbakus Solikin pada menit ke-23, kemudian menit ke-26 disamakan oleh striker gaek Kalteng Putra, Patrich Wanggai.

Djanur, sapaan akrab pelatih Persebaya, mengaku kecewa dengan hasil tersebut dan meminta maaf kepada pecinta Persebaya, khususnya bonek-bonita karena gagal meraih poin sempurna di laga perdana di kandang.

Menurut dia, banyaknya peluang yang terbuang percuma akan menjadi bahan evaluasi agar saat pertandingan berikutnya tidak terjadi lagi dan meraup tiga poin.

"Semoga lawan PSIS Semarang pada Kamis, 30 Mei 2019, bisa lebih baik dan kesempatan mencetak gol bisa lebih dimaksimalkan," ucap eks-pelatih Persib Bandung tersebut.

Hal senada juga disampaikan kapten Persebaya Ruben Sanadi yang meminta maaf karena belum bisa meraih hasil positif saat melawan Kalteng Putra di stadion sendiri.

"Kami mohon maaf kepada bonek dan bonita. Kami sudah berjuang maksimal di lapangan, tapi hasilnya tidak sesuai dengan harapan," katanya.

Sementara itu, hasil tersebut membuat sekitar 10 ribu suporter yang hadir di stadion kecewa dan enggan menyanyikan "song for pride" seperti yang biasa dilakukan di awal maupun di akhir laga.

Hasil seri melawan Kalteng Putra memaksa Persebaya duduk di peringkat 11 klasemen sementara Liga 1 dengan raihan satu poin hasil dua pertandingan, yakni sekali kalah dan sekali menang.

Sebelumnya, pada laga pembuka Liga 1 pada Jumat (17/5), tim berjuluk Bajul Ijo itu harus mengakui keunggulan Bali United dengan skor 1-2 di Stadion Kapten I Wayan Dipta Bali.


Editor : Abdul Haris