Bursa Transfer

Pilih Juventus, De Ligt: Saya Cinta Sepak Bola Bertahan Italia

Reynaldi Hermawan ยท Kamis, 18 Juli 2019 - 18:31 WIB
Pilih Juventus, De Ligt: Saya Cinta Sepak Bola Bertahan Italia

Matthijs De Ligt (Foto: Twitter @JuventusFCEn)

TURIN, iNews.id – Bek anyar Juventus Matthijs De Ligt mengungkapkan alasan mengapa memilih Allianz Stadium sebagai pelabuhan karier yang baru. Dia mengaku sangat mengagumi gaya permainan bertahan khas Italia atau cattenacio
 
Sebelum berseragam belang hitam putih, pemuda Belanda itu diminati banyak klub top Eropa seperti raksasa La Liga Barcelona, juara bertahan Ligue 1 Paris Saint-Germain dan Manchester United. 
 
Namun, De Ligt nyatanya lebih memilih Juve karena kekagumannya dengan permainan bertahan khas Negeri Pizza. Pesepak bola 19 tahun itu juga nge-fans dengan beberapa defender legendaris Italia seperti Paolo Maldini, Franco Baresi, Alessandro Nesta, Fabio Cannavaro dan Gaetano Scirea. 
 
“Saya selalu terpesona dengan cara bertahan di Italia. Saya jatuh cinta dengan bagaimana klub-klub Italia bertahan,” kata De Ligt dalam wawancaranya bersama Ajax TV
 
Juventus resmi mendatangkan bek tim nasional Belanda Matthijs de Ligt, setelah Si Nyonya Tua membayar 75 juta euro atau sekitar Rp1,17 triliun ke Ajax Amsterdam.

Dilansir laman resmi klub, pemuda 19 tahun itu diikat kontrak lima tahun atau hingga 2024  Nantinya, De Ligt akan menerima gaji 7,5 juta euro (Rp117,4 miliar) per musim plus bonus 4,5 juta euro (Rp70,4 miliar).

Penampilan apiknya bersama klub berjuluk De Godenzonen itu musim lalu menjadi alasan. Dia berhasil mengantarkan Ajax yang bermaterikan pemain muda menjadi semifinalis Liga Champions setelah mengalahkan Real Madrid di babak 16 besar dan Juve di babak perempat final. Dia juga sukses membawa Klub Ibu Kota Belanda itu juara Eredivisie sekaligus Piala Liga Belanda.

De Ligt menjadi pemain keenam yang direkrut Juve di sepanjang bursa musim panas. Sebelumnya, klub Turin itu telah mengakuisisi Aaron Ramsey, Luca Pellegrini, Adrien Rabiot, Gianlugi Buffon, dan Merih Demiral.

Editor : Abdul Haris