PSIS Semarang Ngotot Ingin Liga 1 Dihentikan, Ini Penjelasannya

Bagusthira Evan Pratama ยท Kamis, 28 Mei 2020 - 15:45 WIB
PSIS Semarang Ngotot Ingin Liga 1 Dihentikan, Ini Penjelasannya

PSIS Semarang (Foto: Ist)

SEMARANG, iNews.id - PSIS Semarang jadi salah satu tim yang ingin kompetisi Liga 1 2020 segera dihentikan. Mereka menganggap situasi saat ini tidak ideal untuk menggelar pertandingan.

PSIS sudah menyampaikan keinginannya dalam rapat virtual dengan PSSI, Rabu (27/5/2020). PSIS tidak sendiri. Keinginan serupa juga diutarakan oleh Madura United, Persebaya Surabaya, Bhayangkara FC, Arema FC, Persija Jakarta, Barito Putera, Persela Lamongan, Persita Tangerang, Persik Kediri, PSS Sleman, dan PSM Makassar.

“PSIS mengusulkan bahwa Liga 1 2020 sebaiknya dihentikan saja. Banyak faktor yang mendasari. Pertama soal kesehatan pemain. Siapa yang mau menjamin soal kesehatan pemain dan pelatih? Apabila nanti dipaksa lanjut, tapi di tengah jalan ada komponen tim yang kena Covid-19, itu kan jadi PR lagi, nanti jadi masalah lagi di tengah jalan,” kata General Manager PSIS, Wahyoe 'Liluk' Winarto.

“Sekarang ini saja kasus Covid di Indonesia mencapai angka lebih dari 20.000. Siapa yang bisa menjamin angka ini bisa turun dengan cepat?” tuturnya dilansir situs klub.

Tak hanya soal kesehatan, menurut Liluk, transportasi juga akan menjadi masalah bila kompetisi sampai dilanjutkan. Sebab pemerintah masih membatasi jumlah penerbangan.

“Terus kedua, sekarang hampir seluruh penerbangan dibatasi. Padahal Indonesia ini besar dan klub-klub tersebar dari Aceh hingga Jayapura. Kalau klub-klub sulit dapat penerbangan nanti gimana?” ujarnya.

“Sebagai contoh di Semarang. Banyak jalan-jalan yang masih ditutup, pedagang kaki lima belum boleh berjualan. Apa iya kita memaksakan menggelar kompetisi di tengah situasi seperti itu?” ucap Liluk.

PSIS menyarankan agar PSSI mengadakan turnamen mini untuk menggerakan roda perekonomian. Namun semua keputusan dikembalikan pada induk organisasi sepak bola Indonesia tersebut.

“Kami tetap serahkan ke PSSI. Ini cuma pendapat kami yang melihat dari berbagai faktor. Apabila lanjut, PSSI harus punya formula untuk mengantisipasi masalah-masalah yang dikhawatirkan supaya tidak terjadi masalah baru di tengah jalan,” ujar Liluk.

“PSIS memang minta Liga 1 2020 diberhentikan. Tapi kami usul adanya kompetisi dengan format home tournament supaya mampu menggerakan roda perekonomian dan memberikan kesejahteraan untuk pemain, pelatih, dan stakeholder sepak bola lainnya karena banyak pihak yang menggantungkan hidup di sepak bola,” tuturnya.

Editor : Bagusthira Evan Pratama