Santiago Solari: Tahun 2018 Menjadi Milik Luka Modric

Fitradian Dhimas Kurniawan · Kamis, 06 Desember 2018 - 15:33 WIB
Santiago Solari: Tahun 2018 Menjadi Milik Luka Modric

Gelandang Real Madrid dan timnas Kroasia Luka Modric mencium trofi Ballon d'Or yang diraihnya pada acara di Grand Palais, Paris, Selasa (4/12/2018) dini hari WIB. (Foto: AFP)

MADRID, iNews.id – Pelatih Real Madrid Santiago Solari menyebut 2018 adalah tahunnya Luka Modric. Berbagai prestasinya membuat sang playmaker dinilai layak memperoleh Ballon d’Or 2018.
 
Modric merebut penghargaan itu usai menyingkirkan bomber Juventus Cristiano Ronaldo di tempat kedua dan striker Atletico Madrid Antoine Griezmann di tangga ketiga. 

Kini, pemain binaan Dinamo Zagreb itu dinobatkan sebagai pemain Kroasia pertama yang meraih penghargaan pemain terbaik dunia versi majalah France Football itu. Solari menyebut itu semua layak diberikan kepada Modric setelah raihannya pada tahun ini. 
 
“Tahun ini milik Modric, dan semua perhatian diberikan kepadanya. Dia sudah memberikan segalanya kepada Madrid dan Kroasia,” kata Solari di laman resmi Madrid. 
 
Solari mengaku sedikit takjub Modric dapat meraih di usianya yang sudah 33 tahun. Usia tersebut biasanya mulai mendekati umur pensiun, tetapi, Modeic justru bisa meningkatkan permainannya sepanjang tahun. 
 
“Prestasi tiba saat dia berada di puncak kedewasaannya. Raihannya lebih indah karena direbut pada usianya sekarang. Kami senang atas prestasinya itu,” ujar Solari. 
 
Kesuksesan Modric membawa Los Blancos juara Liga Champions tiga musim beruntun ditengarai menjadi penyebab Modric jadi yang terbaik dunia. Mantan penggawa Tottenham Hotspur itu juga membawa Kroasia menjadi finalis Piala Dunia 2018 untuk pertama kalinya sepanjang sejarah. Hebatnya, dia juga dinobatkan sebagai pemain terbaik di akhir kejuaraan.  
  
Bagi Modric, kesuksesan meraih Ballon d’Or sekaligus melengkapi kebahagiannya musim ini. Sebab sebelumnya, pria kelahiran Zadar itu sukses menyabet penghargaan pemain terbaik versi Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) dan juga pemain terbaik Eropa. 


Editor : Abdul Haris