Satgas Antimafia Bola Limpahkan Jokdri dan Barang Bukti ke Kejagung

Irfan Ma'ruf ยท Jumat, 12 April 2019 - 19:37 WIB
Satgas Antimafia Bola Limpahkan Jokdri dan Barang Bukti ke Kejagung

Satgas Antimafia Bola menggelar jumpa pers jelang melimpahkan mantan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono (Jokdri) beserta barang bukti ke Kejaksaan Agung, Jumat (12/4/2019).(Foto: iNews.id/Irfan Ma'ruf)

JAKARTA, iNews.id – Satgas Antimafia Bola melimpahkan mantan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono (Jokdri) beserta barang bukti berkas kasus pencurian, perusakan, dan penghilangan barang bukti ke Kejaksaan Agung, Jumat (12/4/2019).

Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, sejumlah barang bukti yang diserahkan antara lain mobil, laptop, alat pemotong kertas dan lainnya.

“Barang bukti yang diserahkan ada dokumen, ada mobil, ada laptop, pemotong kertas dan sebagainya. Itu sudah tercantum ada di kotak itu sudah kita lakban itu juga akan dibawa," kata Argo di Polda Metro Jaya, Jumat (12/4/2019).

Pelimpahan tersebut berlangsung di  Polda Metro Jaya. Penyidik juga memamerkan barang bukti terkait kasus itu, ada satu kotak berisi dokumen-dokumen, satu koper dan satu tas lainnya.

Jokdri diserahkan ke Kejagung kemudian kasus itu akan disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Untuk itu penanganan kasus Jokdri berkaitan kasus menyuruh, mengambil, mencuri atau perusakan barang bukti telah lengkap dan hari ini kita serahkan," Argo menjelaskan.

Jokdri ditetapkan sebagai tersangka sejak 14 Februari 2019 kemudian ditahan pada 25 Maret 2019. Dia berupaya merusak atau menghilangkan 75 item dokumen, baik dari Liga 2 maupun Liga 3 di kantor Komisi Banding, serta bukti transfer pembayaran yang telah disegel oleh Satgas.

Sebelum menetapkan orang nomor satu di PSSI sebagai tersangka, Satgas Antimafia Bola melakukan pengeledahan di apartemen milik Jokdri, di Taman Rasuna Tower 9, Kuningan, Jakarta Selatan. Dari penggeledahan tersebut, Satgas menyita sejumlah dokumen.

Penggeledahan itu dilakukan terkait laporan mantan Manager Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryani. Atas kasus perusakan barang bukti, mantan Direktur Badan Liga Indonesia itu dijerat Pasal 363 KUHP, Pasal 235 KUHP, Pasal 233 KUHP, Pasal 232 KUHP, Pasal 221 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Selain Jokdri, polisi telah menetapkan 11 tersangka dalam kasus pengaturan skor. Tujuh diantaranya sudah ditangkap dan empat lainnya masih buron.

Mereka yang ditetapkan sebagai tersangka antara lain mantan anggota wasit Priyatno, wasit futsal Anik Yuni Artika Sari, anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Johar Lin Eng, dan Anggota Komisi Disiplin Dwi Irianto alias Mbah Putih.

Selain itu wasit laga Persibara Banjarnegara versus Pasuruan Nurul Safarid, Staf Direktur Perwasitan PSSI Mansyur Lestaluhu dan pemilik Klub PSMP Mojokerto Vigit Waluyo juga ditetapkan sebagai tersangka.

Sementara, empat tersangka yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Satgas Anti Mafia Bola berinisial P, CH, NR, dan DS.


Editor : Abdul Haris