Kratingdaeng Piala Indonesia

Sriwijaya FC Kembali Kumpulkan Pemain setelah Telanjur Diliburkan

Antara · Sabtu, 09 Februari 2019 - 23:35 WIB
Sriwijaya FC Kembali Kumpulkan Pemain setelah Telanjur Diliburkan

Sriwijaya FC (Foto: ANTARA)

PALEMBANG, iNews.id – Sriwijaya FC terpaksa kembali memanggil pemain yang sudah telanjur diliburkan setelah PSSI mengeluarkan jadwal pertandingan melawan Madura United pada leg pertama babak 16 besar Kratingdaeng Piala Indonesia di Madura, Minggu (17/2/2019).

Pelatih Sriwijaya FC Hartono Ruslan mengatakan informasi yang diterimanya dari manajemen klub ini membuat dirinya sedikit kerepotan karena masa persiapan yang mepet.

"Pemain saya tegaskan harus ada di Palembang minimal hari Selasa (12/2/2019), karena masa waktu persiapan hanya tiga hari mengingat dua hari menjelang pertandingan harus sudah di Madura untuk persiapan," kata dia di Palembang, Sabtu (9/2/2019).

Sebelumnya, pelatih sekaligus merangkap manajer itu memberikan libur ke anak asuhnya setelah bertanding melawan Keluarga USU Medan pada leg kedua 32 besar Kratingdaeng Piala Indonesia di Medan, Kamis (7/2/2019).

Keputusan tersebut diambilnya karena belum ada kepastian jadwal kompetisi dari PSSI untuk babak 16 besar Piala Indonesia.

Namun, secara mengejutkan, jadwal tersebut tak berapa lama langsung dirilis setelah dilakukan drawing di Jakarta pada Jumat (8/2/2019).

Menghadapi keterbatasan ini, Hartono enggan mengeluh. Menurutnya, Sriwijaya yang sudah berjuang melaju ke babak 16 besar tidak ada pilihan lain selain berjuang habis-habisan melawan Madura United.

"Siapa bilang kita lepas, Sriwijaya FC tetap berjuang sampai titik darah penghabisan," ucapnya.

Laga Sriwijaya melawan Madura United dipastikan penuh emosi, karena terdapat empat pemain andalan Laskar Wong Kito musim lalu yang hengkang ke tim tersebut. Mereka adalah Alberto Goncalves, Syahrian Abimanyu, Marcko Sandy Meraudje dan Zulfiandi.

Sriwijaya saat ini mengalami perubahan total dalam skuatnya setelah ditinggalkan mayoritas pemain musim lalu lantaran tim asal Sumsel ini terdegradasi ke Liga 2.


Editor : Abdul Haris