Tak Bisa Hadir, Jokdri Minta Pemeriksaannya Diundur

Irfan Ma'ruf ยท Senin, 18 Maret 2019 - 19:35 WIB
Tak Bisa Hadir, Jokdri Minta Pemeriksaannya Diundur

Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono. (Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir)

JAKARTA, iNews.id - Plt Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Joko Driyono tidak dapat menghadiri pemeriksaan kelimanya di Mapolda Metro Jaya pukul 10.00 WIB, Senin (18/3/2019). Melalui kuasa hukumnya, pria yang akrab disapa Jokrdi itu meminta jadwal pemeriksaannya diundur.

Hal itu diungkapkan oleh Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo. Menurut Dedi, Jokdri tak bisa hadir karena ada urusan di tempat lain yang bersamaan dengan jadwal pemeriksaan.

“Satgas Mafia Bola untuk saudara JD melalui PH-nya mengajukan untuk penangguhan pemeriksaan, yang rencanakan hari ini jam 10 minta diundur hari Rabu besok. Alasannya masih ada kegiatan," kata Dedi di Humas Mabes Polri. 

Jokdri dijadikan tersangka karena telah melanggar pasal berlapis, yaitu Pasal 363 terkait pencurian dan pemberatan serta Pasal 232 tentang perusakan pemberitahuan dan penyegelan. Selanjutnya, Pasal 233 tentang perusakan barang bukti dan Pasal 235 KUHP terkait perintah palsu untuk melakukan tindak pidana yang disebutkan di Pasal 232 dan Pasal 233.

Sementara itu, untuk tersangka Hidayat dan Vigit Waluyo, penyidik saat ini masih berada di Surabaya, Jawa Timur. Dedi mengungkapkan untuk memeriksa Hidayat, pihaknya harus memastikan kondisi kesehatan dengan melibatkan RS Bhayangkara. 

Dia akan melakukan second opinion melalui RS Bahayangkara. Dokter bersama penyidik akan memastikan kondisinya kesehatan Hidayat, bisa atau tidak untuk melakukan pemeriksaan. 

"Dicek ke rumah sakit dari tim dokter kita, terus dicek betul sakit atau tidak. Kalau sehat, tetap dimintai keterangan di rumah sakit. Yang jelas tim sudah berangkat ke Surabaya untuk lakukan dua hal," jelasnya.

Selanjutnya untuk pemeriksaan terhadap Vigit Waluyo pihaknya akan meminta izin kepada pihak Lembaga Permasyarakatan. “VW kan hanya izin ke lapas untuk memeriksa,” tegasnya.


Editor : Haryo Jati Waseso