Thailand Tersingkir dari Piala AFF 2018 karena Kutukan Sang Pelatih?

Fitradian Dhimas Kurniawan ยท Kamis, 06 Desember 2018 - 17:15 WIB
Thailand Tersingkir dari Piala AFF 2018 karena Kutukan Sang Pelatih?

Milovan Rajevac (Foto-foto: Fox Sports Asia)

BANGKOK, iNews.id – Nasib kurang beruntung tampaknya tak bisa lepas dari Pelatih tim nasional Thailand Milovan Rajevac. Pasalnya, kegagalan Thailand pada leg kedua semifinal Piala AFF 2018 seakan mengulang sejarah kelamnya. 
 
Pada leg kedua semifinal kontra Malaysia di Stadion Rajamangala, Rabu (6/12/2018), Thailand hanya bermain imbang 2-2. Hasil itu membuat tim berjuluk The War Elephants tersingkir karena kala produktivitas gol tandang setelah pada leg pertama di Kuala Lumpur kedua tim bermain 0-0.

Ironis, karena Thailand dua kali unggul lebih dulu melalui bunuh diri bek Malaysia Muhammad Irfan pada menit ke-21, dan gol Pansa Hemviboon (63). Namun, Malaysia selalu bisa menyamakan skor melalui Muhammad Syahmi (28), dan Norshahrul Idlan (71).

Peluang sang juara bertahan untuk memastikan kemenangan terbuka saat Syahmi menyentuh bola dengan tangan di kotak terlarang. Selain memberi Syahmi kartu kuning kedua alias kartu merah, wasit pun menunjuk titik penalti.

Sayang, striker andalan The War Elephants sekaligus top skor sementara Piala AFF 2018, Adisak Kraisorn gagal melaksanakan tugasnya karena eksekusinya melambung di atas gawang Malaysia. 

 

 
Kejadian itu mengingatkan kesialan Rajevac saat menangani timnas Ghana pada Piala Dunia 2010. Saat itu, Ghana berpeluang melaju ke semifinal jika dapat mengalahkan Uruguay pada perempat final. 
 
Pertandingan yang ketat membuat laga harus dilanjutkan hingga babak tambahan. Kemudian, striker Uruguay Luis Suarez berusaha untuk menyelamatkan timnya dan menghalangi bola dengan tangannya di kotak penalti. Sontak, wasit langsung memberi Suarez kartu merah, dan memberikan tendangan penalti kepada Ghana. 
 
Striker Ghana Asamoah Gyan pun dipercaya untuk menjadi eksekutor. Tetapi, peluang yang berada di depan mata itu terbuang percuma setelah tendangan penalti Gyan melambung ke atas gawang. Akibat kegagalan Gyan itu, laga pun berlanjut ke babak adu penalti, dan Ghana menelan kekalahan 2-4. 

 

 
Belajar dari kesalahan di masa lalu, Rajevac sebenarnya sudah takut tendangan penalti Thailand bakal meleset. Tetapi, dia terlanjur sudah berjanji memberikan tendangan itu kepada Adisak. 
 
“Kami mendapat penalti dan tak dapat mengkonversinya menjadi gol. Saya sempat berpikiran untuk mengganti eksekutor dengan pemain lain yang lebih bugar, tetapi terlanjur bersepakat memberikan penalti kepada Adisak,” kata Rajevac di laman resmi AFF.


Editor : Abdul Haris