1 April, Sony Cegah GameStop Jual Kode Unduhan PlayStation 4

Dini Listiyani ยท Rabu, 27 Maret 2019 - 09:11:00 WIB
1 April, Sony Cegah GameStop Jual Kode Unduhan PlayStation 4
Sony cegah GameStop jual kode unduhan PlayStation 4. (Foto: Theverge)

TOKYO, iNews.id - Sony telah mengonfirmasi akan mencegah retailer seperti GameStop menjual kode unduhan digital untuk PlayStation 4 mulai 1 April 2019. Seperti apa detailnya?

Berita soal Sony akan mencegah retailer seperti GameStop menjual kode unduhan pertama kali beredar akhir pekan lalu melalui memo bocor yang diperoleh pengamat game populer Wario64. Artinya, pemain yang tidak ingin memasukkan informasi kartu kredit dalam platform PSN Sony tak akan lagi bisa membeli versi digital game dari toko seperti GameStop.

Sony mengonfirmasi bukan hanya GameStop yang dikeluarkan dari bisnis kode unduhan, tapi semua retailer yang ada. Sebab, pembuat konsol PlayStation ini ingin menyelaraskan bisnis utama secara global.

"Kami bisa mengonfirmasi pada 1 April 2019, Sony Interactive Entertainment tidak akan lagi menawarkan full game melalui SIE's Global Digital di Retail program. Keputusan ini dibuat untuk terus menyelaraskan bisnis-bisnis utama secara global. Untuk mendukung full game dan premiu editions, SIE akan memperkenalkan peningkatan denominasi di retail tertentu. DLC, add-on, mata uang virtual, dan tiket musiman masih akan tersedia," kata juru bicara PlayStation.

Dengan kata lain, jika ingin terus membeli game offline PlayStation 4 versi digital, Anda secara teknis masih bisa melakukannya dengan mata uang virtual. Tampaknya, Sony akan menawarkan peningkatan opsi kredit PSN melalui beberapa retailer untuk mendukung player yang ingin membeli edisi deluxe digital dan seterusnya.

Mengutip The Verge, Rabu (27/3/2019), Anda sekarang harus melakukan pembelian terakhir di PSN, alih-alih melakukannya di toko seperti GameStop dan menerima kode yang Anda masukkan saat di rumah dan online.

Pengumuman Sony ini menjadi kabar yang tidak baik bagi GameStop yang awal bulan ini mengumumkan CEO baru setelah gagal menemukan pembeli untuk bisnis tersebut. Sejak itu, saham perusahaan dilaporkan menurun tajam karena bisnisnya tergantung pada hubungan antara penerbit game dan pembuat konsol seperti Sony.

Editor : Tuty Ocktaviany