Grafis Nvidia GeForce RTX 20 Bakal Sambangi Laptop Akhir Bulan Ini

Dini Listiyani ยท Senin, 07 Januari 2019 - 16:45 WIB
Grafis Nvidia GeForce RTX 20 Bakal Sambangi Laptop Akhir Bulan Ini

Grafis Nvidia (Foto: Android Authority)

LAS VEGAS, iNews.id - NVDIA telah meluncurkan Nvidia GeForce RTX 20 series untuk mobile. Tapi, di panggung Consumer Electronics Show (CES) 2019, diumumkan akan ada 40 laptop baru mendukung prosesor grafis ini.

CEO Nvidia Jensen Huang mengumumkan di panggung CES 2019 akan ada lebih dari 40 laptop baru yang mendukung prosesor grafis GeForce RTX 20. Prosesor grafis ini akan tersedia di lebih dari 100 konfigurasi pada 29 Januari 2019.

Di antara laptop baru, sebanyak 17 akan berbasis desain Nvidia Max-Q yang menawarkan performa tinggi dalam bentuk compact, sebagaimana dikutip dari Android Authority, Senin (7/1/2019).

Nvidia meluncurkan RTX 20 series pada Agustus 2018 mulai dari RTX 2080 dan RTX 2080 TI untuk desktop yang diikuti RTX 2070 pada Oktober serta Titan RTX di Desember. Nvidia tidak mengungkapkan RTX 2060 hingga keynote CES 2019-nya.

Sekadar informasi, GPU Nvidia generasi berikutnya didasarkan pada desain Turing terbaru yang ditingkatkan. GPU ini juga menambahkan core khusus untuk ray tracing dan artificial intelligence (AI).

Pada awalnya, perusahaan menerima feedback negatif karena frame rate yang lebih rendah dari yang diperkirakan berasal dari ray tracing. Tapi, CEO Nvidia menyatakan perusahaan tersebut telah mengubah keseimbangan antara ray tracing dan AI agar frame rate kembali ke level normal.

Sebagai contoh, Huang mendemonstrasikan Battlefield V berjalan pada 60 frame per second menggunakan resolusi 1440p. Dengan ray tracing diaktifkan, frame rate turun ke 45 frame per second.

Setelah DLSS dihidupkan, frame rate kembali loncat ke hampir 60 frame per second. DLSS merupakan teknik untuk melatih artificial intelligence (AI) guna mengisi frame rate gaps.

Masalah besar dengan ray tracing ialah membuat lingkungan mendekati realistis. Seperti yang terlihat dalam demo Battlefield V, bangunan terpantul di jendela, genangan air, dan sebagainya. Bahkan, sebagian bangunan tidak ada di layar.

Ini merupakan proses yang sangat intensif secara komputasi, membutuhkan prosesor yang sangat cepat untuk dirender secara real time. Nvidia menyatakan pihaknya telah menghabiskan 10 tahun untuk mengerjakan teknologi untuk membawa ray tracing real-time yang terjangkau ke desktop, dan kini juga berada di notebook.


Editor : Dini Listiyani