Huawei Bersedia Jual Modem 5G ke Apple

Dini Listiyani ยท Selasa, 09 April 2019 - 16:45 WIB
Huawei Bersedia Jual Modem 5G ke Apple

Huawei bersedia jual modem 5G ke Apple (Foto:Ubergizmo)

BEIJING, iNews.id - Selama bertahun-tahun Huawei tengah memproduksi modem chip sendiri untuk digunakan pada produknya. Sekarang, produsen teknologi asal China ini tertarik untuk menjual modem chip ke Apple.

Huawei mengembangkan 5G Balong 5000 chipset. Namun, produsen top dunia ini pun menolak untuk memasok komponennya ke perusahaan pihak ketiga.

Keputusan Huawei untuk tidak memasok komponennya ke pihak ketiga tampaknya mulai berubah. Sebab, sumber yang berbicara dengan Engadget mengatakan, Huawei sekarang terbuka untuk menjual chip 5G, tapi hanya untuk Apple.

Melansir Mac Rumors, Selasa (9/4/20190, Apple dikatakan tengah berjuang untuk peluncuran iPhone 5G. Raksasa berbasis Cupertino dikatakan berencana untuk memperkenalkan iPhone 5G pada 2020, tapi ada masalah di mana Intel tidak bisa menyiapkan chip 5G-nya saat itu.

Sebenarnya Apple bisa saja beralih ke Qualcomm untuk memasok modem 5G. Tapi, Apple dan Qualcomm sedang dalam pertempuran hukum dan tidak mungkin menggunakan chip.

Apple telah berbicara kepada Samsung dan MediaTek soal chip 5G untuk iPhone 2020. Tapi, tidak diketahui apakah usaha Apple berhasil atau tidak.

Saat ini, Apple tengah mengerjakan desain chip LTE-nya sendiri untuk iPhone masa depan. Tapi, teknologi tersebut diperkirakan baru siap untuk dikirim hingga 2021.

Seperti yang ditunjukkan Engadget, Huawei tidak dikenal karena penjualan chip-nya dan awal tahun ini perwakilannya juga sempat mengatakan 5G Balong diperuntukan untuk penggunaan internal. Terlebih, Huawei juga melihat Apple sebagai pesaing utamanya.

5G Balong 5000 berpotensi cocok denga perangkat Apple yang mendukung sub-6 dan mmWave 5G network, serta kompatibel dengan jaringan LTE. Tapi, sejauh ini belum ada kabar yang menyatakan minatnya Apple pada teknologi Huawei.

Huawei dan Apple sebenarnya tidak memiliki hubungan yang dekat. Bahkan, perusahaan teknologi asal China ini juga memiliki hubungan yang panas dengan pemerintah Amerika Serikat (AS), yang membuat potensi kemitraan menjadi rendah.


Editor : Dini Listiyani