Studi: Remaja Sadar Terlalu Sering Gunakan Smartphone

Dini Listiyani ยท Minggu, 26 Agustus 2018 - 11:15 WIB
Studi: Remaja Sadar Terlalu Sering Gunakan Smartphone

Studi: Remaja Sadar Terlalu Sering Gunakan Smartphone (Foto: Android Headlines)

SAN FRANCISCO, iNews.id - Smartphone saat ini menjadi bagian tidak terpisahkan, terutama untuk remaja yang tumbuh bersama dengan perkembangan ponsel cerdas ini. Keterikatan antara remaja dengan smartphone pun terjalin kuat dan diperlihatkan dalam sebuah studi terbaru dari Pew.

Menurut studi, sekitar 54 persen remaja merasa menghabiskan terlalu banyak waktu dengan smartphone mereka. Sementara sebanyak 36 persen orangtua percaya mereka menghabiskan banyak dengan smartphone mereka, seperti dilaporkan Android Headlines, Minggu (26/8/2018).

Para remaja rupanya juga gemar memeriksa smartphone setelah bangun tidur. Fakta itu ditunjukkan oleh hasil studi yang menunjukkan, sebanyak 44 persen remaja melakukan hal tersebut. Sementara 28 persen mengatakan terkadang mereka melakukan itu.

Untuk orangtua, angka itu justru lebih kecil, yakni 26 persen (sering melakukan hal itu) dan 32 persen (kadang-kadang). Sekarang, angka tersebut benar-benar berbeda saat pertanyaan beralih, “Apakah orangtua atau remaja terganggu oleh smartphone mereka saat sedang bercakap dengan orang lain.”

Terkait dengan pertanyaan itu, para remaja yang menjawab sering sebanyak 14 persen dan 37 persen kadang-kadang. Sedangkan orangtua menganggap smartphone sering mengganggu sebanyak 30 persen dan 43 persen kadang-kadang.

Angka timpang antara remaja dan orangtua itu mungkin karena mereka tidak terlalu sering menggunakan smartphone mereka. Mengingat, para orangtua tidak tumbuh dengan teknologi seperti remaja.

Smartphone mereka mungkin tidak akan terasa seru jika tidak ada media sosial (medsos) di dalamnya. Oleh karena itu, banyak remaja yang terlalu banyak menghabiskan waktu dengan medsos (41 persen). Namun, sekitar 52 persen remaja telah mengurangi waktu mereka menggunakan smartphone dan 57 persen medsos.


Editor : Dini Listiyani