Ada 144 Platform, Aplikasi Fintech di Indonesia Terus Berkembang

Dani M Dahwilani ยท Minggu, 01 Desember 2019 - 13:57 WIB
Ada 144 Platform, Aplikasi Fintech di Indonesia Terus Berkembang

Saat ini, terdapat 144 platform fintech pear to pear (P2P) lending yang terdaftar di OJK dengan akumulasi penyaluran dana lebih dari Rp60 triliun. (Foto: Tunai Kita)

JAKARTA, iNews.id - Perkembangan layanan teknologi digital di Indonesia terus berkembang. Salah satunya dalam aplikasi financial technologi (Fintech).

Saat ini, terdapat 144 platform fintech pear to pear (P2P) lending yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Oktober 2019. Akumulasi penyaluran dana pinjaman yang mereka salurkan lebih dari Rp60 triliun.

Untuk memperkuat layanannya, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menggelar Fintech Exhibition di Surabaya, Jawa Timur, pada 29 November-1 Desember 2019. AFPI mengajak masyarakat bijak dalam memahami dan memanfaatkan kemudahan aplikasi fintech.

TunaiKita sebagai salah satu pelopor Fintech P2P Lending di Indonesia hadir di event ini. Platform yang telah beroperasi lebih dari dua tahun ini telah menyalurkan pinjaman lebih dari Rp2,1 triliun ke lebih 536 ribu pelanggan di 160 kota dan kabupaten seluruh Indonesia.

"Kami sebagai penyelenggara telah melayani lebih dari setengah juta masyarakat Indonesia. Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi dan layanan pinjaman terbaru di Indonesia,” ujar CEO TunaiKita, Tumbur Pardede dalam keterangan persnya kepada iNews.id, Minggu (1/12/2019).

Fintech Exhibition Surabaya 2019 menargetkan sepuluh ribu pengunjung untuk lebih mengenal manfaat dan peluang dari produk-produk yang ditawarkan 80 perusahaan Fintech. Acara ini diharapkan dapat memperluas akses terhadap layanan keuangan.

”Hashtag Inklusi Baik diusung TunaiKita selama ini secara aktif memberikan informasi terkini, transparansi, akses, kemudahan, dan solusi bagi kebutuhan pinjaman masyarakat, baik itu untuk kegiatan konsumtif maupun produktif,” ujar Head of Corporate Affairs TunaiKita, Yos Kusuma.


Editor : Dani Dahwilani