Ada Kejahatan Siber Berkedok Vaksinasi Covid-19, Begini Cara Menghindarinya

Intan Rakhmayanti Dewi · Jumat, 07 Mei 2021 - 19:04:00 WIB
Ada Kejahatan Siber Berkedok Vaksinasi Covid-19, Begini Cara Menghindarinya
Serangan siber (Foto: Unsplash)

JAKARTA, iNews.id - Kejahatan terus mengancam pengguna. Para penjahat siber terus mencari cara baru agar bisa mencuri data pengguna. Pandemi pada 2021 menjadi salah satu kategori yang banyak dipakai untuk serangan siber. 

Mereka juga secara intensif menggunakan e-mail spam terkait COVID-19 dan halaman phishing untuk mendapatkan keuntungan dari berita paling menggegerkan dan terkenal tahun ini.

Menurut laporan terbaru Kaspersky, “Spam and Phishing in Q1 2021”, para pelaku kejahatan siber terus mengeksploitasi tantangan epidemiologi tersebut - dan kali ini, berfokus pada proses vaksinasi.

Pakar Kaspersky menemukan berbagai jenis halaman phishing yang telah didistribusikan ke seluruh dunia. Selain email spam, penerima juga diundang untuk mendapatkan vaksin, berpartisipasi dalam mengikuti survei, atau mendiagnosis COVID-19.

Pakar keamanan di Kaspersky, Tatyana Shcherbakova,  mencontohkan seperti beberapa pengguna dari Inggris Raya menerima email yang tampaknya berasal dari Layanan Kesehatan Nasional negara tersebut. Penerima diundang untuk divaksinasi, setelah terlebih dahulu mengkonfirmasi kemauan mereka untuk divaksinasi dengan mengikuti tautan.

"Untuk membuat janji vaksinasi, pengguna harus mengisi formulir dengan data pribadI, termasuk detail kartu bank. Akibatnya, mereka menyerahkan data pribadi dan finansial mereka kepada para penipu online," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (7/5/2021).

Cara lain untuk mendapatkan akses ke data pribadi pengguna adalah melalui survei vaksinasi palsu. Para penipu online mengirim email atas nama perusahaan farmasi besar yang memproduksi vaksin Covid-19, mengundang penerima untuk mengikuti survei singkat.

Editor : Dini Listiyani

Halaman : 1 2