Ancaman Web di Indonesia Mengalami Penurunan 2,7 Persen

Dini Listiyani ยท Selasa, 03 Maret 2020 - 10:11:00 WIB
 Ancaman Web di Indonesia Mengalami Penurunan 2,7 Persen
Ilustrasi hacker (Foto: Pixabay)

JAKARTA, iNews.id - Ancaman web di Indonesia terdeteksi mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Penuruan ancaman menempatkan Indonesia di peringkat ke-39 dalam segi bahaya terkait dengan selancar web.

Laporan Kaspersky yang dikeluarkan awal Maret 2020 menunjukkan jumlah deteksi ancaman web di Indonesia mengalami penurunan 2,7 persen dibanding pada periode yang sama tahun lalu. Selain itu, jumlah ancaman lokal yang terjadi selama Januari-Desember 2019 juga mengalami penurunan 7,5 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan Kaspersky terbaru, sebanyak 36,1 persen pengguna hampir terinfeksi oleh ancaman yang ditransmisikan melalui web selama periode Januari-Desember 2019. Selama periode itu, produk Kaspersky mendeteksi 39.882.148 ancaman internet berbeda di dunia maya pada komputer para peserta KSN di Indonesia.

Laporan yang sama juga menunjukkan ancaman web telah memengaruhi 10.11 persen pengguna bisnis dan 28.06 pengguna rumahan di Indonesia. Kaspersky juga mengungkapkan jenis serangan web yang sering terjadi di sekitar kawasan Asia Tenggara.

Jenis serangan yang terdeteksi adalah malware dalam lalu lintas web, unduhan program-program tertentu di internet secara tidak sengaja, mengunduh lampiran berbahaya dari layanan e-mail online, aktivitas ekstensi browser, dan mengunduh komponen berbahay, serta komunikasi C&C yang dilakukan malware lain.

Ancaman Lokal Berbasis Komputer
Worms dan virus adalah penyebab paling umum dari infeksi lokal. Laporan KSN 2019 menunjukkan pada Januari-Desember 2019, produk Kaspersky mendeteksi 118.403.896 insiden lokal di komputer partisipan KSN di Indonesia.

Data menunjukkan seberapa sering pengguna diserang oleh malware yang menyebar melalui USB, CD, DVD, dan metode offline lainnya. Secara umum, 56,3 persen pengguna diserang oleh ancaman lokal pada Januari-Desember 2019 ini merupakan penurunan dibanding periode yang sama tahun lalu.

Laporan terbaru juga menunjukkan sebanyak 58,95 persen pengguna rumahan dan 28,76 persen pengguna bisnis dipengaruhi jenis ancaman ini. Data ini sekaligus menempatkan Indonesia di peringkat ke-63 di seluruh dunia.

"Pengurangan ancaman online terdeteksi di Indonesia dapat dikreditkan kepada upaya proaktif pemerintah dalam merumuskan kebijakan terkait keamanan siber. Perubahan positif pada lanskap ancaman negara ini patut diapresiasi. Namun, strategi dan inisiatif untuk membangun pertahanan yang lebih baik di masa depan harus terus digemakan," kata General Manager untuk Asia Tenggara di Kaspersky Yeo Siang Tiong dalam keterangannya kepada iNews.id, Selasa (3/3/2020).

Editor : Dini Listiyani

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda