Awas, YouTuber Jadi Sasaran Baru Para Phisher

Dini Listiyani ยท Sabtu, 11 Mei 2019 - 07:00 WIB
Awas, YouTuber Jadi Sasaran Baru Para Phisher

YouTuber kini jadi sasaran baru para phisher. (Foto: Pixabay/Lukasberi)

JAKARTA, iNews.id - Para pelaku kejahatan siber tidak berhenti mencari target. Setelah upaya yang menargetkan akun Instagram dan Twitter, para pelaku kejahatan siber kini mengincar para kreator YouTube.

Lebih dari satu tahun lalu YouTube memperketat peraturannya tentang persyaratan yang harus dipatuhi kreator untuk memonetisasi video mereka. Saat ini, channel yang didukung dengan iklan harus memenuhi beberapa kriteria, termasuk memiliki 1.000 pengikut dan 4.000 jam keseluruhan waktu tonton dalam 12 bulan terakhir.

Tidak mengherankan pengguna YouTube menganggap pemberitahuan mengenai ulasan akun secara menyeluruh adalah asli. Nah, para pelaku kejahatan siber memanfaatkan notifikasi palsu untuk menipu kreator.

"Tim kami telah meninjau saluran Anda. Kami mendeteksi lebih dari satu pelanggaran dalam proses peninjuan akun Anda," tulis teks di bawah logo YouTube resmi yang mencatat perusahaan mengontrol semua saluran secara manual. Oleh karena itu, mereka akan meminta Anda untuk mengisi data dan mengirimkannya kembali melalui E-mail.

Informasi yang diminta para phisher mencakup URL saluran dan password Anda. Menurut YouTuber yang terkena dampak, pemberitahuan palsu datang ke E-mail publik mereka, bukan yang digunakan untuk menautkan ke saluran YouTube.

Berdasarkan keterangan Kaspersky, Sabtu (11/5/2019), setelah phisher mendapatkan data, mereka akan mencoba mengambil alih akun Anda. Untuk apa? Mereka bisa melakukan penipuan kepada para pengikut dengan menjalankan iklan phishing atas nama Anda, mempromosikan hadiah palsu, mengumumkan kontes berhadiah, dan beberapa skenario lainnya.

Lalu, bagaimana untuk melindungi akun Anda? Pertama, selalu ingat YouTube tidak pernah meminta kata sandi akun Anda dalam E-mail. Kedua, selalu periksa keseluruhan pesan dengan saksama sebelum bereaksi terhadap E-mail yang dikirimkan, terutama jika Anda tidak yakin siapa pengirimnya.

Terakhir, aktifkan autentikasi dua faktor untuk akun Anda. Google menawarkan opsi ini untuk semua aplikasi dan layanannya, termasuk YouTube.


Editor : Tuty Ocktaviany